Rektor UNIKU Hadiri “ASEAN-Japan Research Forum” di Osaka, Jepang

  • Whatsapp

DSCN0771JABARTODAY.COM-OSAKA. Universitas Kuningan (UNIKU) kian memantafkan langkahnya untuk go-internasional. Kali ini, Uniku mendapat kehormatan untuk menjadi salah satu perguruan tinggi yang diundang dalam ASEAN-Japan Research Forum yang berlangsung di Kansai University of International Studies (KUIS), Osaka, Jepang, Rabu (11/5/2916). Rektor Uniku, Dr. Iskandar, M.M. bersama Kepala Kantor Humas, Hukum dan Kerjasama Uniku, Fahrus Zaman Fadhly menjadi delegasi Uniku untuk mempresentasi hasil penelitian terkini dan membangun jejaring internasional terutama dengan Universitas-universitas di Jepang.

“Merupakan kehormatan bagi Uniku diundang untuk menghadiri forum penelitian internasional dari berbagai disiplin ilmu mulai dari ICT (Information & Communication Technology), disaster management (penanganan bencana), tehnologi nano, teaching and learning, material science hingga global education. Ini pengalaman menarik mempertemukan banyak panelis dari berbagai perguruan tinggi dan pusat riset di Jepang, Malaysia, Thailand, Indonesia dan negara-negara lain,” ujar Rektor Uniku, Dr. Iskandar, MM.

Iskandar sendiri mempresentasi hasil penelitian terbarunya tentang “The Effectiveness of Entrepreneurship Education in Developing Students’ Entrepreneurial Intention”: A Study of Factors that Influencing Students’ Entrepreneurial Intention Based on “Entrepreneurial Intention-Based Models” of University Students at Cirebon, West Jawa”.

Rektor Uniku, Dr. Iskandar, M.M. sedang berbincang dengan Chair ASEAN-Japan Research Forum Prof. Ku Ruhana Ku Mahamud dari Universiti Utara Malaysia (UUM)
Rektor Uniku, Dr. Iskandar, M.M. sedang berbincang dengan Chair ASEAN-Japan Research Forum Prof. Ku Ruhana Ku Mahamud dari Universiti Utara Malaysia (UUM)
Forum ini, jelas Iskandar, bertujuan sebagai wahana berbagi pengetahuan dan diseminasi hasil penelitian terbaru di Universitas yang menandatangani Nota Kesepahaman dengan UUM. Pertemuan pertama yang berlangsung Osaka Jepang ini akan dilangsungkan secara rutin. Pada 2017 akan dilaksanakan di Malaysia dan untuk pertemuan selanjutnya diusulkan akan dilaksanakan di kampus Universitas Kuningan pada 2018.

Penggagas sekaligus Chair ASEAN-Japan Research Forum Prof. Ku Ruhana Ku Mahamud dari Universiti Utara Malaysia (UUM) mengungkapkan forum ini sebagai wahana pertemuan tahunan bagi perguruan tinggi yang menandatangani nota kesepahaman dengan UUM, termasuk Universitas Pasundan (Unpas), Universitas Kyoto, Japan Advanced Institute of Science & Technology (JAIST), Kansai University of International Studies/KUIS), Kyoto Sangyo University, dan Kyoto University (Jepang).

“Ini adalah event pertama yang hosting (tuan rumah)-nya UUM dan Kansai University of International Studies. Selanjutnya direncanakan bisa berlangsung di Universitas Utara Malaysia dan Universitas Kuningan, Indonesia. Kami sepakat untuk bersama-sama memajukan kualitas akademik melalui berbagai macam kolaborasi riset internasional. UNIKU telah menjadi universitas pelopor dari sekian banyak perguruan tinggi di Indonesia yang merintis kerjasama internasional. Saya sangat senang bila UNIKU bersedia menjadi tuan rumah forum ilmiah bertaraf internasional semacam ini,” harap Prof. Ku Ruhana.

Berpose bersama Prof. Dr. Ginn Takanori Kitaoka (Kansai University of International Studies/KUIS (humas uniku)
Berpose bersama Prof. Dr. Ginn Takanori Kitaoka (Kansai University of International Studies/KUIS (humas uniku)
Prof. Ku Ruhana menjelaskan melalui jejaring kerjasama internasonal ini akan mengakselerasi Uniku menjadi perguruan tinggi yang disegani. “Ini adalah awal dari suatu langkah panjang Uniku membangun kapasitasnya menjadi universitas yang berperspektif internasional, namun memanfaatkan segala potensi sumberdaya lokal. Saya harap suatu saat nanti, Uniku bisa lebih jaya dan menyamai universitas-universitas ternama lainnya di Indonesia,” tuturnya.

Hadir di antaranya Prof. Dr. Ku Ruhana Ku Mahamud, Prof. Dr. Zulikha Jamaluddin (Universiti Utara Malaysia/UUM), Prof. Dr. Ginn Takanori Kitaoka (Kansai University of International Studies/KUIS), Prof. Dr. Yasushi Tanaka (Kyoto Sangyo University, Jepang), Prof. Dr. Sungo Kawanishi, Associate Prof. Dr. Atsuo Yoshitaka (Japan Advanced Institute of Science and Technology/JAIST), Chong Khai Ling (Kyoto University, Jepang), Swannit Chareen Chit (Thailand)[sep]

Related posts