Rawan Konflik, Pilkada Karawang dan Pangandaran

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Akhir tahun ini, yaitu 9 Desember 2015, ada 8 daerah di Jabar berlangsung agenda politik serentak. Namun, ada anggapan, bahwa 2 daerah di antaranya, yaitu Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Karawang, termasuk rawan konflik. Dalam kunjungannya ke Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Jabar, beberapa waktu lalu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal (Pol) Badrodin Haiti, mengiyakan, bahwa Pilkada Kabupaten Karawang dan Pangandaran tergolong rawan konflik.

“Di Karawang, terdapat 6 pasang calon yang bersaing ketat. Begitu juga dengan Pangandaran. Kerawanannya terjadi karena salah satu tokoh pendiri Kabupaten Pangandaran tidak terdaftar sebagai kandidat kepala daerah,” tandas Badrodin.

Melihat kondisi itu, orang nomor satu kepolisian negara ini menegaskan, perlu adanya sejumlah upaya untuk mengantisipasi terjadinya berbagai kemungkinan, semisal konflik. Badrodin memastikan bahwa sistem pengamanan pilkada tetap optimal. “Utamanya, dalam hal kekuatan personil. Polda dapat mengalihkan kekuatannya ke daerah. Dalam hal anggaran pun tidak ada masalah,” sambung perwira tinggi polri tersebut.

Selain itu, sambungnya, sebagai upaya antisipasi, pihaknya pun menekankan supaya terjalin koordinasi Forkominda sebagai deteksi dini dan deteksi aksi. “Berdayakan intelejen daerah sebagai upaya deteksi dini,” seru Badrodin.

Hal lainnya, Badrodin meminta seluruh aparat melakukan pengamanan pada setiap tahap pilkada, mulai pencetakan, penyimpanan, distribusi, penggunaan, hingga penghitungan suara.

Soal sikap, Badrodin menyatakan, tentunya, jajarannya, termasuk TNI, menjaga netralitas. Itu terlihat, terangnya, pada tidak terlibatnya anggota polri dan TNI dalam beragam aktivitas yang berkaitan dengan pilkada, semisal kampanye, dan sebagainya. (ADR)

Related posts