Ratusan Massa Serbu Pendopo Cianjur

  • Whatsapp

Aksi Ricuh 1JABARTODAY.COM-CIANJUR – Aksi unjukrasa ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat untuk Penegakan Hukum (Ampuh) di depan Kantor Bupati Cianjur, Jalan Siti Jenab, berakhir ricuh, Senin (1/4/2013). Para pengunjukrasa menerobos dan merusak pintu pendopo.

Berdasarkan pantauan jabartoday.com, aksi tersebut mulai digelar sekitar pukul 12.00 WIB. Sebelumnya, ratusan pengunjukrasa itu menggelar aksi di Kantor Bina Marga Kabupaten Cianjur, menuntut perbaikan jalan.

Usai berunjukrasa di Bina Marga, massa kemudian menuju Kantor Bupati Cianjur. Di sana, mereka memasuki gerbang yang telah dibuka. Saat itu, sempat terjadi kericuhan dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpl PP) Kabupaten Cianjur, yang berjaga lantaran massa ngotot ingin bertemu dengan Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh.

Massa dihalangi petugas Satpol PP dan ketegangan berhasil diredam. Koordinator aksi langsung melakukan orasi. “Saya ingin Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh turun kesini. Kalau tidak, kami sweeping ke pendopo,” teriaknya.

Namun, tiba-tiba, sejumlah massa yang tidak puas, menerobos barikade Satpol PP dan Kepolisian yang sedang berjaga. Tak ayal petugas dari kepolisian dan Satpol PP mengejar massa yang sudah memasuki Pendopo Bupati. Beberapa orang di antaranya sempat terkena hajaran aparat polisi.

Suasana kian memanas saat beberapa pendemo berupaya menolong rekan-rekannya yang diamankan polisi, bahkan ada beberapa orang lainnya sempat adu mulut.

Akhirnya, tiga orang yang diduga menjadi provokator diamankan pihak kepolisian dan dibawa ke Mapolres Cianjur menggunakan truk Dalmas untuk dipemeriksa.

Kabag Ops Polres Cianjur, Kompol Gatot Satrio Utomo membenarkan jika tiga orang aksi tersebut telah diamankan lantaran merusak pintu pendopo.

Namun, pihaknya membantah, jika pengamanan aksi longgar. Menurutnya, aksi sejumlah pendemo yang menerobos Pendopo Bupati Cianjur di luar prediksi lantaran sebelumnya aksi akan berlangsung damai. Lagipula, secara pengamanan sudah dilakukan sesuai protap dengan melibatkan juga aparat TNI dan Satpol PP.

“Dari keterangan anggota saya, sejumlah pendemo tiba-tiba saja berlari menuju ke arah bangunan Pendopo. Karena diduga sudah melakukan aksi perusakan, maka kami terpaksa lakukan pengamanan. Kalau memang terbukti, ini sudah masuk tindakan pidana,” tegas Gatot.

Akibat penyerangan tersebut, pintu pendopo rusak. Pihak kepolisian langsung memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP).
Sementara, usai dilakukan penangkapan, ratusan massa yang masih berada di depan Kantor Bupati tersebut, langsung membubarkan diri dengan tertib. (Rommy Roosyana)

Related posts