Raih Suara Terbanyak, Gembong Pimpin IA ITB

  • Whatsapp
Gembong Primadjaja (tiga dari kiri) terpilih menjadi Ketua Umum IA ITB, usai pemilihan umum, Sabtu (17/4/2021). (jabartoday/avila dwiputra)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Terpilih menjadi Ketua Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung periode 2021-2025, Gembong Primadjaja bakal melanjutkan program kerja kepengurusan sebelumnya yang dipimpin Ridwan Djamaluddin.

Dia menilai, banyak program kerja positif yang telah dicapai pengurus sebelumnya sehingga harus dilanjutkan. Selain itu, dirinya akan merealisasikan program-program yang telah disampaikan selama masa kampanye seperti alumni finance alumni, dan Indonesian is Me.

“Menjadi komitmen saya untuk merealisasikan semua yang sudah saya sampaikan di masa kampanye. Dan program ini pun kelak akan menjadi warisan bagi kepengurusan selanjutnya,” ujarnya, Minggu (18/4/2021).

Gembong pun mengajak seluruh alumni untuk bersama-sama membangun IA ITB yang lebih baik lagi. Dia juga mendorong seluruh alumni, khususnya yang masih berusia muda, agar senantiasa kreatif dan inovatif dalam menjaga nama baik almamater melalui prestasi.

“Di masa kampanye saya membuka selebar-lebarnya pintu partisipasi, dan manfaat,” cetusnya.

Baca Juga

Oleh karena itu, menurutnya kolaborasi diantara sesama alumni khususnya kandidat ketua umum IA ITB diperlukan mengingat dirinya tidak mungkin menjalankan roda organisasi ini sendirian.

“Saya tahu tidak mampu melakukan ini sendirian. Untuk itu mengajak ketujuh kolega terbaik di masa pemilu kemarin,” serunya.

Alumni Teknik Mesin 1986 ini meraih suara terbanyak dibanding tujuh kandidat lainnya dalam pemilihan yang dilakukan secara daring melalui situs ivoting.iaitb.or.id, Sabtu (17/4/2021).

Dari 18.478 pemilih, Gembong berhasil meraih 5.798 suara atau sekitar 31.38% persen. Seterhan Akbar Suriadinata menjadi pesaing terdekatnya dengan meraih 5.690 suara. Sedangkan Honesti Basyir berada di peringkat ketiga dengan raihan 3.042 suara.

Di tempat terpisah, Ketua Pemilu IA ITB Mohamad Jeffry Giranza memastikan pihaknya sudah memproses aspek legal IA ITB dengan melapor ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada 13 April lalu.

“Kemenkumham memahami kondisi dan akan memberikan panduan guna memperbaharui aspek legal IA ITB hingga selesainya Kongres X dan pemilu sekarang,” katanya.

Pada hari pertama Kongres Nasional X IA-ITB terlaksana dengan sistem hybrid yang diikuti sekitar 1.000 alumni. Pada kesempatan itu, disampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus IA-ITB di bawah kepemimpinan Ridwan Djamaluddin yang diterima baik oleh para pengurus daerah, prodi, dan komisariat.

Adapun pada hari kedua, dilaksanakan rapat kebijakan umum organisasi, pengubahan AD/ART IA ITB, penetapan dewan pengawas periode berikutnya dan pemilihan ketua umum PP IA ITB. Pada Pemilu IA-ITB kali ini, jumlah kandidat yang bertanding serta pemilih yang berpartisipasi pun menjadi yang paling tinggi sepanjang sejarah IA-ITB. Penggunaan i-voting ini menjadi tahapan baru atas terselenggaranya penjaringan aspirasi yang menembus lintas angkatan bahkan benua. (*)

Related posts