Harga-harga dan Tarif Naik, Publik Mengeluh

Elpiji
Elpiji

JABARTODAY.COM – BANDUNG – – Terjadinya kenaikan sejumlah komoditi pada tahun ini, antara lain, bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, yang kini seharga Rp 7.400 per liter, sebelumnya, Rp 6.900 per liter, dan solar, yang saat ini senilai Rp 6.900 per liter, sebelumnya Rp 6.300 per liter, ditambah oleh kenaikan harga elpiji 12 kilogram senilai Rp 6.300-Rp 8.000 per tabung, dan yang terkini, tarif kereta api (KA), membuat banyak kalangan mengeluhkannya.

Andri Ridwan, warga Banjaran, menilai terjadinya kenaikan beragam harga dan tarif angkutan tentunya, membuat beban masyarakat kian berat. “Masyarakat makin susah kalau semua harga naik,” tandas Andri, Jumat (3/4).

Ayah tiga anak ini berpendapat, banyak masyarakat yang berkeberatan putusan pemerintah menaikkan harga jual elpiji 12 kilogram. Itu karena, jelas dia, kenaikan komoditi itu bersamaan dengan naiknya harga jual BBM jenis premium dan solar.

Menurutnya, makin beratnya beban masyarakat karena kenaikan dua komoditi vital itu berimbas pada melejitnya harga jual komoditi-komoditi lainnya. Andri berpendapat, kenaikan-kenaikan itu dapat membuat masyarakat, terutama, kalangan menengah-bawah, makin terjepit.

Ironisnya, lanjut dia, kalau pada akhirnya, pemerintah kembali menurunkan harga jual BBM dan elpiji, hal itu tidak membuat harga jual berbagai komoditi juga turun. “Yang sering terjadi, jika harga sudah naik, pasti tidak turun lagi,” sebut Andri.

Sementara itu, Assistant Manager External Relation Marketing Operation Region III PT Pertamina, Mila Suciyani, berkomentar normatif. Seperti komentar-komentar sebelumnya, wanita berkerudung ini mengatakan, pihaknya siap memantau pendistribusian. Itu, kilah dia, sebagai langkah antisipasi jika terjadi peralihan pemakaian elpiji 12 kilogram menjadi 3 kilogram.

Pihaknya, tegas dia, mengharapkan peran semua pihak dalam hal monitoring pendistribusian elpiji 3 Kg. Pasalnya, terang Mila, pasca dari pangkalan, ada tiga pihak yang bertanggung jawab mengawasi peredaran elpiji 3 kilogram, yaitu pemerintah daerah, kepolisian, dan Hiswana Migas (Himpunan Swasta Nasional Minyak Bumni dan Gas. RED).  (ADR)

Related posts