PT KAI Klaim Kenaikan Tarif Masih Wajar

erwin adriansyah
erwin adriansyah

JABARTODAY.COM – BANDUNG – – Beban hidup masyarakat memasuki triwulan II tahun ini kian berat. Itu terjadi seiring dengan adanya kenaikan harga beragam komoditi, termasuk tarif angkuta, yaitu kereta api.

Tentunya, kondisi ini menimbulkan beragam reaksi masyarakat. Mayoritas, reaksi itu berupa keluhan. “Bulan ini hampir seluruh komoditi mengalami kenaikan harga. Lihat saja, harga BBM (bahan  bakar minyak). Lalu, harga elpiji 12 kilogram juga naik. Eh, yang saya dengar, tarif kereta api juga sama,” tandas seorang pegawan bank swasta, Erna, belum lama ini.

Menurutnya, kondisi itu membuat biaya pengeluaran semakin berat. Ibu dua anak ini berpendapat, terjadinya kenaikan harga beragam komoditi, termasuk tarif angkutan massal seperti kereta api, menyebabkan masyarakat semakin terjepit.

Berkomentar tentang kenaikan tarif kereta api, Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 2  Bandung, Zunerfin, mengiyakan, bahwa jika memperhatikan nilainya, masyarakat tentu menganggap kenaikan tarif ini tergolong drastis. “Tapi, jika mengacu pada kewajaran, yaitu berdasararkan pada biaya operasional PT KAI, kenaikan tersebut masih tergolong wajar,” ucap Zunerfin, Jumat (3/4).

Dikatakan, ada beberapa hal yang menjadi dasar pemerintah melakukan penyesuaian tarif kereta api, yaitu melalui Peraturan Pemerintah. Kementerian Perhubungan menerbitkan Surat Nomor 17/2015 tertanggal 30 Januari 2015. Berdasarkan surat itu, terang Zunerfin, sejumlah faktor menjadi pertimbangan pemerintah menaikkan tarif kereta api.

Antara lain, kata Zunerfin, terjadinya fluktuasi harga BBM. Lalu, sambung dia, adanya perubahan margin, yang semula 8 persen menjadi 10 persen. “Termasuk pelemahan nilai tukar rupiah. Pelemahan itu membuat biaya operasional kami, terutama perawatan, lebih besar. Itu karena kami harus mengimpor 90 persen suku cadang, baik gerbong, maupun lokomotif,” tutup Zunerfin.  (ADR)

Related posts