Thursday , 21 November 2019
Home » Ekonomi » Presiden Ingatkan Sektor Industri Naik 16,36 % Dibanding 2017

Presiden Ingatkan Sektor Industri Naik 16,36 % Dibanding 2017

Presiden Jokowi bersama pengurus Kadin (dok.kadin)

JABARTODAY.COM –  Presiden Joko Widodo menegaskan, sektpr industri tahun ini telah mengalami kenaikan sebesar 16,36 persen dibanding tahun lalu.  Hal ini menurut  Jokowi sebuah prestasi yang tinggi sekali.  Pendapat itu disampaikan presiden Jokowi ketika menyampaikan pidato di hadapan pengurus dan anggota Kadin di Jakarta, 3 Oktober 2017  di The Ritz-Carlton Hotel, Kuningan, Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama Jokowi juga menyampaikan bahwa prosentase perdagangan Indonesia naik sekitar 18,7 persen. “Tidak hanya perdagangan, ekspor pertambangan juga sudah mulai naik,” tegas Jokowi dengan nada  bangga.

“Kemudian growth, pertumbuhan penerimaan pajak. Ya memang angka paling cepat di situ dilihat. Industri naik 16,36 persen dibanding tahun lalu. Ini tinggi sekali. Perdagangan naik 18,7 persen, pertambangan ekspor dan harga saya kira sudah mulai merangkak dan pulih. Naiknya 30,1 persen, pertanian 23 persen dibanding tahun lalu. Angka seperti ini gimana. Masa angka nggak percaya? kata Jokowi.
Presiden Jokowi  mengatakan bahwa isu ekonomi seringkali dijadikan alat menyerang oleh orang-orang politik. Menurut dia, ada yang sengaja menghembuskan isu turunnya daya beli untuk isu Pilpres 2019.
“Hal  seperti ini kalau tidak disampaikan, isunya hanya daya beli turun. Saya lihatin siapa yang ngomong, politik, oh nggak apa. Kalau pengusaha murni saya ajak ngomong. Kalau orang politik kan memang tugasnya itu, membuat isu-isu untuk 2019. Sudah kita blak-blakan saja,” jelas Jokowi yang disambut tawa hadirin.
Jokowi juga menyinggung soal bisnis konstruksi.  Jokowi mengakui bahwa konstruksi memang hanya 2,4 persen. “Kenapa bisa turun? Ya karena dulu kan saya sudah turunkan pajak final dari 5 persen menjadi 2,5 persen. Ya karena diturunkan saja,” ucap Jokowi. Selain itu, Jokowi juga menjelaskan saat ini banyak toko tutup dan sewa gudang yang harganya justru meningkat tajam. Jasa perusahaan di bidang sewa gudang, tambah Jokowi, meningkat 14,7 persen.
“Ada shifting dari offline ke online. Sama ini, di China juga sama. Kalau kita ngitungnya dari online yang gede-gede. Misalnya Bukalapak, Blibli, nggak muncul. Karena orang jualan lewat Instagram, Facebook,” tegasnya.
Ini angka, ungkap Jokowi, yang tidak bisa dilacak dengan baik. “Lacaknya dari mana? Jasa kurir. Kalau saya sama dengan bapak, ibu, yang praktis-praktis saja. Makronya saya harus tahu, tapi mikronya juga harus dikejar,” tutur Jokowi. (jos)