Petani Masih Pertahankan Harga

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Beberapa waktu lalu, pemerintah memutuskan kenaikan harga jual dua jenis bahan bakar minyak (BBM) subsidi, premium, yang menjadi Rp 8.500 per liter, atau naik Rp 2.000 per liter, dan solar, seharga Rp 7.500 per liter, sebelumnya, Rp 5.500 per liter. Putusan itu dapat menimbulkan terjadinya inflasi atau kenaikan harga sejumlah komoditi.

Memang, hasil pemantauan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jabar pada 5 pasar di Kota Bandung, menunjukkan, di antara beberapa komoditi, yaitu cabai, mengalami kenaikan harga yang signifikan. Kenaikan harga cabai senilai Rp 7.000 per kilogram atau menjadi Rp 62.000 per kilogram. Akan tetapi, naiknya harga jual cabai itu terjadi sebelum putusan pemerintah mengenai kenaikan harga jual BBM subsidi.

Belum terjadinya kenaikan sejumlah komoditi itu terlihat pada sikap para petani sayur-sayuran di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Hingga kini, kalangan tersebut belum memutuskanuntuk menaikkan harga jual sayur-sayuran. Kendati begitu, tidak tertutup kemungkinan, harga jual sayur-sayuran mengalami kenaikan dalam dua pekan mendatang.

Andri Rakhmansyah, Manager Logistik dan Distribusi Katata Pal Indonesia (Kapalindo) Desa Margamekar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, mengakui bahwa kalangan petani, yang berada pada sektor hulu, belum menaikkan harga jual. “Paling tidak, harga jual mengalami penyesuaian dalam dua pekan mendatang,” tandasnya, Rabu (19/11).

Itu karena, jelasnya, para petani terikat kontrak dengan pasar-pasar moderen hingga dua pekan mendatang. Artinya, tambah dia, dalam dua pekan mendatang, para petani baru dapat menaikkan harga. Memang, ucap dia, pada level pasaran, sudah terjadi kenaikan harga. Namun, kilah dia, itu merupakan kebijakan sektor hilir.

Untuk memastikan dan menentukan nilai kenaikannya, Andri menegaskan, pihaknya berencana melakukan pemantauan ke pasar-pasar sekaligus bertemu dan berbicara dengan bagian distribusi. Hasil pemantauan itulah, sahut dia, yang menjadi dasar pihaknya untuk menentukan berapa nilai kenaikan harga yang ideal.

Sejauh ini, tuturnya, pihaknya menjual dan memasok ke beberapa pasar, baik moderen maupun tradisional. Komoditinya, sebut dia, antara lain, tomat. Volume penjualan dan pengirimannya 5-6 ton per pekan.  (ADR)

Related posts