Petani Kopi Sesalkan Kurangnya Perhatian Pemprov Jabar

jembenkpoenja.blogspot.com
jembenkpoenja.blogspot.com

JABARTODAY.COM – BANDUNG Ratusan kopi Arabica asli Jawa Barat dibagikan secara gratis oleh Gabungan Petani Kopi Hutan Indonesia kepada masyarakat saat Car Free Day, di Jalan Ir. H. Djuanda, Minggu (9/10).

“Ini dalam rangka peringatan Hari Kopi Dunia, juga sebagai ajang sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Ketua Gapekhi Jawa Barat Thio Setiowekti, di depan Sekretariat Gapekhi, Minggu pagi.

Thio menyesalkan kurangnya perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap momentum Hari Kopi Dunia. Padahal, dirinya menilai, momen ini sangat tepat untuk mensosialisasikan kopi Jabar yang kualitasnya tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia.

“Berdasar hasil riset yang kami lakukan, 95 persen masyarakat Jabar tidak mengenal kopi Jabar, apalagi cita rasanya. Bahkan saat kami bagikan kopi gratis pun, masyarakat kurang antusias dalam mencoba. Tapi, kita tidak putus asa, karena kami berkeyakinan kopi jabar dapat berjaya di Jabar,” ucap Thio optimistis.

Tatar Pasundan memiliki tujuh daerah penghasil kopi, diantaranya Bandung utara, Bandung selatan, Sumedang, Garut, Manglayang, Cianjur‎, dan Kabupaten Bandung. Tiap daerah mempunyai cita rasa berlainan, karena berbeda pengolahannya.

“Perlu diketahui, saat ini Jabar merupakan pemasok kopi Arabica 40 persen hingga 60 persen ‎di Indonesia. Kami sebagai petani kopi sangat senang bila ada mencoba kopi kami, berarti kami berhasil menanam, mengolah, dan menyajikan,” seru dia. (vil)

Related posts