Percepat Vaksinasi Lansia, Satgas Covid-19 Jabar Pakai Strategi Jemput Bola

  • Whatsapp
Vaksinasi Covid-19 (istimewa)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Percepatan vaksinasi Covid-19 bagi warga lanjut usia di Jawa Barat terus dilakukan, diantaranya dengan menerapkan strategi jemput bola. Salah satunya membentuk pos vaksinasi di level desa/kelurahan demi memerluas cakupan vaksinasi.

Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Jabar Marion Siagian, Minggu (30/5/2021), menuturkan, pembentukan pos vaksinasi hingga level desa/kelurahan bertujuan mendekatkan lansia ke lokasi penyuntikan vaksin. Apalagi, jarak pos vaksinasi menjadi salah satu hambatan vaksinasi bagi lansia.

“Ada sejumlah keterbatasan bagi lansia untuk mengikuti vaksinasi, seperti faktor usia yang tidak memungkinkan berangkat ke lokasi pelayanan vaksinasi sendirian. Perlu ada keluarga yang mendampingi. Kemudian, komorbid penyakit lebih banyak pada lansia,” bebernya.

Jumlah sasaran lansia di Jabar mencapai 4.403.983 orang. Berdasarkan data pen-proud.udata.id per 26 Mei 2021, lansia yang sudah menjalani penyuntikan dosis I baru 391.449 orang atau 8,89 persen. Sementara lansia yang sudah disuntik dosis II sekitar 270.812 orang atau 6,15 persen.

Marion tidak memungkiri bahwa cakupan vaksinasi bagi lansia di Jabar tergolong rendah. Menurutnya, selain jarak ke pos vaksinasi dan komorbid, banyak lansia yang tidak mau divaksin dan masih ada anggota keluarga yang memiliki lansia tidak ingin lansianya menjalani vaksinasi Covid-19.

Baca Juga

Situasi tersebut berbeda dengan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pelayan publik yang menjalani penyuntikan vaksin sesuai domisili institusi. Cakupan vaksinasi virus corona bagi pelayan publik di Jabar pun sudah mencapai 64,50 persen untuk dosis I dari target sasaran 2.195.338 orang.

“Kami akan gencar mengedukasi dan menginformasikan kepada lansia dan keluarga yang memiliki lansia agar mau membawa lansia untuk divaksin. Kami juga akan memobilisasi lansia dengan cara mendaftarkan dan mengatur antar-jemput lansia ke fasilitas pelayanan kesehatan vaksinasi Covid-19,” cetusnya.

Selain intens memercepat vaksinasi bagi lansia, pihaknya pun fokus mengantisipasi lonjakan kasus virus corona usai lebaran. Sejumlah strategi pun telah disusun secara komprehensif.

Marion mengungkap, jika kasus positif Covid-19 di Jabar mengalami kenaikan, pihaknya akan menambah kapasitas rumah sakit dengan meningkatkan pelayanan ruang isolasi biasa, ruang isolasi bertekanan negatif, dan ICU.

“Strategi selanjutnya kami akan menambah rumah sakit darurat dan pusat isolasi untuk pasien Covid-19 bergejala ringan, menyiapkan rujukan antar kabupaten/kota dan antar provinsi, juga menambah alat kesehatan pendukung kesembuhan pasien dan obat-obatan bagi pasien Covid-19. Kami juga akan menyiapkan tenaga kesehatan yang melakukan pelayanan bagi pasien Covid-19, serta alat pelindung diri (APD) dan bahan habis pakai yang diperlukan dalam memberikan pelayanan bagi pasien Covid-19,” urainya.

Dalam mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19, pihaknya bakal memerkuat 3T (testing, tracing, dan treatment). Marion pun mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M. Yakni, menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas. (*)

Related posts