Penuhi Kebutuhan OP, Ratusan Ton Beras Disalurkan

Ketua Satgas Pangan Jabar, Kombes Samhudi, melepas 4 unit truk pengangkut beras untuk Operasi Pasar di 4 pasar tradisional Kota Bandung, Jumat (22/12).
(jabartoday.com/erwin adriansyah)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Demi memenuhi kebutuhan sekaligus menjaga stabilitas harga pangan, berbagai upaya dilakukan Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Jabar, yamg terdiri atas Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jabar, Polda Jabar, dan unsur lainnya, termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Salah satunya, melakukan pendistribusian dan penyaluran beras, yang terkemas dalam Operasi Pasar (OP).

“Sebenarnya, OP kami lakukan sejak dua bulan lalu. Untuk hari ini, kami kerahkan 4 unit truk, yang masing-masing sebanyak 20 ton, untuk kebutuhan OP di 4 titik pasar Bandung, Pasar Baru, Kiaracondong, Sederhana, dan Kosambi,” tandas Ketua Satgas Pangan Jabar, Kombes Samhudi, usai melepas 4 truk pendistribusi beras OP di halaman Graha Sativa Perum Bulog Divre Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Jumat (22/12).

Ditegaskan, secara total, hingga sat ini, pihaknya menyalurkan 200 ton beras untuk pemenuhan OP. Samhudi mengemukakan, jenis beras yang pihaknya salurkan dalam agenda OP tersebut adalah jenis medium. Harga jualnya, ungkap dia, senilai Rp 8.100 per kilogram.

Samhudi melanjutkan, agenda OP komoditi beras ini berlangsung hingga Natal dan Tahun Baru 2018. “Tujuannya, lebih pada stabilisasi harga jual beras, yamg sejauh ini, masih relatif stabil,” jelas Samhudi.

Kepala Perum Bulog Divre Jabar, M Sugit Tedjo Mulyono, menambahakn, dalam OP ini, pihaknya tidak membatasi volume pembelian oleh masyarakat. Berapa pun volume yang dibutuhkan masyarakat, tegas Sugit, pihaknya siap menyediakannya. Itu karena, jelasnya, ketersediaan beras untuk pemenuhan kebutuhan di Kabar, dapat mencukupi hingga 4 bulan mendatang. “Bahkan, volumenya terus bertambah. Itu karena kami terus melakukan penyerapan,” terangya.

Selain kerjasama dengan pemerintah, Sugit menuturkan, pihaknya pun memiliki sekitar 5.000 titik Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di berbagai titik. “RPK pun merupakan upaya kami dalam stabilisasi harga,” tutupnya. (win)

Related posts