Penuhi Kebutuhan, Bulog Bentuk e-Warung

Kabulog Divre Jabar, Alip Affandi jabartoday.com/erwin adriansyah
Kabulog Divre Jabar, Alip Affandi
jabartoday.com/erwin adriansyah
JABARTODAY.COM -.BANDUNG — Pemenuhan kebutuhan menjadi salah satu tugas yang diusung Perum Bulog. Yang terkini, lembaga BUMN itu melaksanakan agenda pengganti program Beras Sejahtera (Rastra), yang digulirkan pemerintah beberapa waktu lalu, yaitu sistem elektronik berbentuk voicher pangan.

Demi melancarkan program terkini itu, di Jabar, Perum Bulog Divisi Regional (divre) Jabar melangsungkan trial di 2 titik. “Yaitu di Kota Bogor dan Kota Depok. Alhamdulillah, uji coba voucher lancar dan sukses,” tandas Kepala Perum Bulog Divre Jabar, Alip Adfandi.

Alip mengemukakan, di 2 titik itu, pihaknya menyasar puluhan ribu rumah tangga sasaran (RTS). Untuk Kota Bogor, lanjutnya, pihaknya menyasar 39 ribu RTS. sedangkan Kota Depok, lanjutnya, lebih banyak 2 ribu RTS atau sebanyak 41 ribu RTS. Titik uji coba berikutnya, tukas Alip, adalah Bandung.

Dijelaskan, melalui voucher itu, masyarakat berpenghasilan rendah dapat memperoleh sejumlah komoditi kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula, telur, bahkan elpiji. Caranya, ungkap dia, pemegang voucher melakukan penukaran pada warung elektronik atau e-warung. “Lokasi e-warung siap kami sebar di seluruh wilayah Jabar,” sebut Alip.

Guna melancarkan transakaksi e-warung, tegas Alip, pihaknya menjalin kolabroasi dengan lembaga perbankan. Adalah PT bank Negara Indonesia (BNI) Tbk yang menjadi mitra strategis Perum Bulog dalam program ini.

Strategi lain Perum Bulog yang berkaitan dengan pangan dan kebutuhan pokok, Alip mengemukakan, pihaknya, yang sat ini penyerapan beras mencapai 430 ribu ton, pun menggulirkan Rumah Pangan Kita (RPK). pengoperasian RPK, terang Alip, bukan tanpa tujuan. Kehadiran RPK, tuturnya, sebagai upaya meredam aksi spekulan,yaitu berkenaan dengan kenaikan harga jual kebutuhan pokok.

Wakil Kepala Bulog Divre Jabar, Dedi Supriyadi, menambahkan, pihaknya memproyeksikan dapat mengoperasikan 1.500 unit RPK, walaupun tidak ada batasan hingga jumlah tertentu. “Harapan kami, akhir tahun ini, terdapat 500 unit RPK. hingga kini, baru sekitar 35 RPK, yaitu 32 unit RPK di wilayah Perum Bulog Sub-Divre Bandung, 2 unit si wilayah Cirebon, dan 1 unit RPK lainnya di Garut,” paparnya. (ADR)

Related posts