Penjualan Mobil Lewati 1,1 Juta Unit

Toyota
Toyota

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Kendati 2014 merupakan tahun yang tergolong berat, karena adanya even politik, yaitu Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif dan Pemilihan Presiden (Pilpres), ditambah oleh adanya putusan pemerintah berkaitan dengan kenaikan harga jual bahan bakar minyak (BBM) subsidi, lalu tarif dasar listrik (TDL), dan lainnya, ternyata, bisnis otomotif di negara ini tetap menunjukkan kinerja positif.

“Kinerja penjualan bisnis otomotif di Indonesia selama periode Januari-November 2014 justru lebih baik daripada periode sama 2013. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (GAIKINDO), periode Januari-November 2014, total penjualan mobil mencapai 1.129.564 unit. Angka itu berselisih tipis dengan pencapaian penjualan selama 2013, yang totalnya sebanyak 1.229.916 unit,” tandas Mulawarman, Public Relations PT Astra International Tbk, belum lama ini.

Data GAIKINDO, sambungnya, menyebutkan, penjualan tertinggi periode Januari-November 2014 dicatat PT Toyota Astra Motor (TAM). Total penjualan seluruh produk PT TAM pada periode itu sebanyak 372.582 unit. Posisi kedua, lanjutnya, diikuti penjualan PT Astra Daihatsu Motor (ADM), yang mengoleksi total angka penjualan 172.058 unit.

Penjualan tertinggi ketiga, imbuh Mulawarman, masih berdasarkan data GAIKINDO, dicatat PT Honda Prospect Motor (HPM). Angka penjualan seluruh produk PT HPM hingga 1 bulan terakhir 2014 yaitu sebanyak 154.100 unit. Angka itu, tukasnya, melebihi penjualan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), sebanyak 144.878 unit dan Mitsubishi sejumlah 132.362 unit.

Melihat kondisi tersebut, Mulawarman memprediksi, hingga akhir tahun 2014, total penjualan mobil dapat melebih pencapaian tahun lalu. Lalu, bagaimana dengan 2015? Mulawarman berpendapat, jika melihat perkembangan, seperti kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang kini sebesar 7,75 persen, sehingga berdampak pada suku bunga leasing, pada 2015, kinerja industri otomotif tetap berpeluang tumbuh, meski kemungkinan besar, terjadi sedikit perlambatan. (ADR)

Related posts