Pengadaan Kursi, Sekwan Enggan Komentar

Suasana ruang paripurna DPRD Kota Bandung, Senin (31/10). (jabartoday/eddy koesman)
Suasana ruang paripurna DPRD Kota Bandung, Senin (31/10). (jabartoday/eddy koesman)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Sekretaris DPRD Kota Bandung Herry M Djauhari mengaku pengadaan kursi untuk ruang paripurna, di luar kewenangan pihaknya. Mengingat pembahasan pengadaan tersebut dilakukan sebelum dirinya menjabat.

Munculnya persoalan tersebut, menurut Herry, terjadi karena tak harmonisnya proses komunikasi di internal Sekretariat DPRD Kota Bandung. “Soal layak dan tak layak pengadaan tersebut,¬†saya no comment. Karena bahasannya di 2015, untuk anggaran 2016,” kilah Herry.

Sementara, berdasarkan keterangan Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Kota Bandung Jaja Nurjaman, mengacu kepada hasil pemenang lelang meubelair di Sekretariat DPRD Kota Bandung tahun 2016 dari pagu anggaran Rp 587.200.000, hasil lelang menjadi Rp 372.280.000.

Perangkaan itu, terang Jaja, melihat penawaran yang diajukan oleh CV. Trikar Utama Bandung, tertanggal 16 September lalu. “Setelah dikalkulasi pengadaan meubelair seluruhnya mencakup 104 unit barang dengan total harga setelah ditambah PPn 10 persen menjadi Rp 409.508.000. “Melihat dimensi material barang rasanya logis harga tersebut,” pungkas Jaja. (koe)

Related posts