Pemudik KA Capai Ratusan Ribu Orang

  • Whatsapp

Kereta ApiJABARTODAY.COM – BANDUNG

Pada hampir setiap momen Idul Fitri kerap terjadi peningkatan volume penumpang pada moda transportasi, termasuk kereta api. Begitu pula dengan momen arus mudik dan balik Idul Fitri 2014.

“Kami perkirakan, volume penumpang KA pada momen Idul Fitri tahun ini, yaitu sejak H-10 sampai H+10 lebih banyak daripada momen yang sama tahun lalu,” ujar Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional 2 Bandung, Zunerfin, Selasa (5/8/2014).

Pria berkumis ini meneruskan, memang, masa angkutan Idul Fitri 2014 sudah berlalu. Meski begitu, lanjutnya, tingkat okupansi penumpang KA, tidak hanya arah barat, tetapi juga timur, masih tergolong tinggi. Karenanya, Zunerfin menyatakan, pihaknya memperkirakan, total volume penumpang angkutan Idul Fitri tahun ini naik 6 persen jika perbandingannya dengan momen sama tahun sebelumnya.

Zunerfin mengungkapkan, perkiraan naiknya volume penumpang itu terlihat pada kondisi sejak 18 Juli 2014 atau H-10 sampai H+6 atau 4 Agustus 2014. Pada periode tersebut, total penumpang khusus KA komersil jarak sedang dan jauh, yang terdiri atas kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi, termasuk KA ekonomi, tetapi di luar KA komuter, sebanyak 160.532 penumpang. “Itu lebih banyak sekitar 4 persen daripada dibandingkan periode sama 2013, yang jumlahnya 154.593 penumpang,” sebut Zunerfin.

Jumlah penumpang sebanyak 160.532 orang tersebut, jelas Zunerfin, terdiri atas kelas eksekutif sebanyak 50.798 penumpang. Kemudian, tuturnya, kelas bisnis sejumlah 28.427 penumpang. Sedangkan kelas ekonomi sebanyak 81.307 penumpang.

Pada periode tersebut, tambah Zunerfin, volume tertinggi terjadi pada H+1 atau 30 Juli 2014. Saat itu, sebut Zunerfin, jumlah penumpang KA komersil jarak sedang dan jauh ditambah KA ekonomi, tetapi tidak termasuk KA komuter, sebanyak 10.940 orang.

Mengenai KA komuter, Zunerfin mengemukakan, sejak H-10 sampai H+6, total penumpangnya pun mencapai ratusan ribu orang. Angkanya, jelas dia, mencapai 652.783 penumpang. Akan tetapi, aku Zunerfin, jika perbandingannya dengan periode sama 2013, , angka tersebut lebih kecil. “Pada momen dan periode sama 2013, jumlahnya 675.237 penumpang. Itu terjadi karena adanya pembatasan agar kami dapat meningkatkan pelayanan,” tukasnya. (ADR)

Berita Terkait