
JABARTODAY.COM- Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong gerakan tanam pohon dan sejak 2016 hingga saat ini sebanyak 34 juta batang pohon telah ditanam pada berbagai kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat.
“Penanaman pohon ini diharapkan bisa dilakukan secara berkelanjutan, sehingga fungsi lainnya sebagai mitigasi bencana. Penanaman pohon bertujuan sebagai sarana edukasi, peningkatan kepedulian masyarakat tentang pentingnya menanam dan memelihara pohon,” kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher, dalam siaran, di Bandung, Rabu.
Aher mengatakan pelestarian lingkungan merupakan salah satu dari tujuan pembangunan dan pertahanan kehidupan karena mengurangi kemiskinan dan pengangguran.
“Daya dukung lingkungan perlu terus kita tingkatkan karena seluruh pasokan kehidupan manusia seluruhnya berasal dari alam,” kata dia.
Ia mengatakan salah satu upaya untuk mendukung hal tersebut Pemprov Jawa Barat terus menggelorakan semangat menanam pohon kepada masyarakat dan melalui peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) se-Dunia Tahun 2017 Tingkat Provinsi Jawa Barat kali ini ditanam sebanyak 3.050 batang pohon.
Aher membuka acara puncak HMPI dan BMN 2017 di Bukit Penenjoan kawasan Waduk Jatigede, Desa Jema, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Selasa (27/11).
Aher pun menyerukan agar penanaman pohon ini dilakukan bukan sekadar untuk pelestarian lingkungan, namun juga untuk pertahanan kehidupan.
“Melestarikan lingkungan bukan sekadar kewajiban, tapi melestarikan lingkungan adalah pertahanan kehidupan,” ujar dia pula.
Ia mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran kolektif sebagai bangsa agar lingkungan bisa terjaga dengan baik dan masalah lingkungan bisa terselesaikan.
Menurut Aher, bangsa hebat adalah bangsa yang bisa memelihara lingkungannya dengan baik, karena dengan begitu lingkungan hutan, air, pangan serta berbagai pasokan kehidupan lainnya akan terselamatkan.
Namun, Aher juga mengajak masyarakat agar memanfaatkan alam sebagaimana mestinya. Kawasan hutan yang mesti dilestarikan bisa memberikan manfaat untuk menghindarkan bencana banjir yang selalu menjadi masalah di kawasan hilir.
“Jangan cerita banjir selesai di kawasan hilir, jangan cerita air bersih sampai ke kawasan Bekasi dan Jakarta dengan baik tanpa dilestarikan hutan-hutan di hulu,” kata Aher.
Selain itu, hutan juga bermanfaat sebagai pembersih udara, hidrologi air di hilir, pasokan pangan, dan sebagainya.
“Tapi jangan sampai semangat menanam padi atau untuk menambah produksi padi, sehingga hutan pun diubah menjadi areal tanam padi seluruhnya. Bukan tempatnya masalahnya, silakan tanami padi tapi di hutan-hutan yang datar, karena kalau di hutan yang miring jangan padi ditanam. Yang miring tanami kopi atau tanaman yang lain berfungsi menghasilkan pangan tapi juga sebagai konservasi,” katanya. (ken/ant)