Pemkot Gulirkan Hibah untuk SMA/SMK

DPRD meminta Pemkot memerhatikan nasib para pemuda lulusan SMA. (Istimewa)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Dinas Pendidikan Kota Bandung, berencana menggratiskan biaya pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) swasta pada tahun pelajaran berjalan.

Untuk membebaskan pungutan biaya bagi SMPĀ  tersebut, Dinas Pendidikan akan mencari formulasinya dulu karena menyangkut biaya yang relatif besar.

“Ke depan, tidak akan ada pungutan apa pun untuk biaya pendidikan SMP swasta,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana, di Gedung Parlemen Kota Bandung, Senin (16/1).

Dia mengatakan, hingga saat ini jumlah sekolah swasta yang tidak memungut biaya pendidikan relatif kecil, karena tidak semua SMP swasta di Kota Bandung mampu menyelenggarakan pendidikan secara gratis.

“Di Kota Bandung hanya baru beberapa sekolah saja yang menggratiskan biaya pendidikan, tergantung kepada kebijakan yayasan atau lembaga yang menyelenggarakan pendidikan tersebut,” kata Elih.

Untuk menggratiskan biaya pendidikan pada jenjang SMP negeri saat ini, kata Elih, Pemerintah Kota Bandung, masih mengandalkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari APBN dan APBD. “Namun demikian, dana BOS dari APBN dan APBD provinsi Jawa Barat tidak lebih besar daripada BOS yang bersumber dari APBD Kota Bandung,” tukas Elih.

Elih memaparkan, total dana hibah tahun ajaran 2017 ini, sekitar Rp 120,5 miliar, yang bersumber dari APBD tahun 2017 untuk seluruh tingkatan sekolah di Kota Bandung.

Dana Hibah, jelas Elih, pada intinya diprioritaskan kepada siswa rawan melanjutkan pendidikan (RMP). Sementara itu, penggunaan untuk siswa SMA/SMK tergantung kepada kebijakan masing-masing sekolah saat mengajukan dana hibah.

“Yang utama, dana hibah itu untuk biaya pendidikan siswa RMP khusus orang Kota Bandung, sisa siswa lainnya terserah sekolah yang penting untuk membiayai operasional sekolah siswa RMP, tetap menjadi perhatian kita” ujar Elih.

Dia yakin, selain dari dana hibah, biaya keperluan penunjang kegiatan belajar mengajar lainnya bisa tertutupi, sehingga biaya sekolah bagi SD dan SMP negeri-swasta bisa gratis, termasuk siswa RMP SMA/SMK, pungkas Elih. (koe)

Related posts