Pekan Depan, Sidang Perdana Cipaganti

  • Whatsapp
jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Beberapa waktu lalu, publik Kota Bandung dihebohkan oleh adanya dugaan aksi penipuan ribuan nasabah Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada bernilai besar. Kasus itu menyeret sang big boss Cipaganti Group yang tidak lain CEO Cipaganti Group, Andianto Setiabudi.

Informasinya, persidangan kasus tersebut segera bergulir. “Kami menerima berkas perkaranya. Jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung menyerahkan berkas perkara kepada kami pada Rabu (18/2),” tandas Panitera Muda Pidana Pengadilan Negeri (PN)  Bandung, Susilo Nandang Bagio, Jumat (20/2).

Susilo meneruskan, rencananya, sidang perdana kasus tersebut bergulir 25 Februari 2015. Ketua PN Bandung, lanjutnya, sudah menetapkan majelis hakim dalam persidangan tersebut. Adalah Kasianus Telaumbanuo sebagai Hakim Ketua. Sedangkan 2 Hakim Anggota yaitu Bambang Kristawan dan Jonlar Purba.

Susilo mengemukakan, selain Andianto, ada tersangka lain dalam perkara tersebut. Mereka yaitu, ungkapnya, Djulia Sri Redjeki, Yulianda Tjendrawati Setiawan, dan Cece Kadarisman. Mengacu pada berkas pelaporan, Andianto, Djulia serta Yulinda terjerat Pasal 46 ayat (1) jo. Pasal 46 ayat (2) UU No 10/1998 tentang Perubahan Atas UU No 7/1992 tentang Perbankan jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. Untuk dakwaan kedua, mereka terkena Pasal 374 jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Andianto bersama Djulia dan Yulinda ditangkap jajaran Polda Jabar karena dugaan penggelapan dana para mitra koperasi. Kemudian, jajaran Polda meringkus , Wakil Direktur Utama PT Cipaganti Cipta Graha, Cece Kadarisman. Modus operandinya, menjanjikan hasil 1,6-1,95 persen setiap bulannya bergantung pada tenor. Sesuai kesepakatan, pengelolaan dana itu bagi kegiatan perumahan, SPBU, transportasi, perhotelan, alat berat, dan tambang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata, ada suntikan dana mitra itu pada perusahaan Andianto, yakni PT CCG Rp 200 miliar, PT CGT Rp 500 miliar, dan PT CGP Rp 885 juta dan disertai kesepakatan bagi hasil 1,5-1,75 persen. Akan tetapi, ternyata, sejak Maret 2014, koperasi gagal bayar. Sementara penggunaan dana para nasabah tidak jelas. Akibatnya, tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Soal keberadaan Andianto dan Cece, Susilo menyatakan, usai pelimpahan berkas oleh Polda Jabar kepada Kejari pada Desember 2014, hingga kini, keduanya menempati Rumah Tahanan (Rutan) Kebon Waru. Dua lainnya, yaitu Djulia dan Yulinda, mendiami Lembaga Pemasyarakatan Wanita Sukamiskin, Bandung.  (ADR)

Related posts