Pasca Longsor, PT KAI Batasi Kecepatan

jabartoday.com/erwin adriansyah
jabartoday.com/erwin adriansyah
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Akhir pekan kemarin, jalur kereta api (KA) dari Bandung ke arah timur sempat mengalami gangguan. Itu terjadi karena jalur pada kilometer 293+0/1 atau sekitar Kecamatan Cijeunjing mengalami longsor.

Akibatnya, jalur sepanjang 20 meter tergerus longsor sedalam sekitar 6 meter, dan sekutar 8 meter, jalur rel tergantung. Hal itu membuat jajaran PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung mengalihkan perjalanan arah timur menggunakan rute utara.

“Alhamdulillah. Jalur kembali normal pada Minggu (13/3) pagi. Kereta pertama yang melintas yaitu KA Turangga pukul 09.13, diikuti KA Malabar pukul 09.39,” tandas Kepala Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Zunerfin, di tempat kerjanya, Selasa (15/3).

Untuk menjaga kondusivitas jalur, Zun, mengutarakan, pihaknya melakukan pembatasan kecepatan. Maksimal, sebut Zun, khusus di ruas yang mengalami longsor, yaitu 5 kilometer per jam. Meski ada pemberlakuan pembatasan kecepatan, jadwal perjalanan dari dan ke Bandung tidak terlalu terpengaruh.

Sebenarnya, ujar Zun, kawasan yang mengalami longsor itu tidak terdeteksi sebagai titik rawan longsor. Pasalnya, jelas dia, ruas itu merupakan jalur lurus.

Dilanjutkan, pada bagian selatan, jalur itu berada sekutar 2 meter di atas kebun warga dan bagian utaranya, sekitar 8-10 meter di atas kolam warga. Kendati demikian, ucap Zun, di sekitar titik itu terdapat saluran air. Namun, sahut Zun, curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan terjadinya longsor karena saluran tersebut tidak mampu menampung aliran air. “Yang jelas, saat ini, kami terus melakukan pemerkuatan jalur,” pungkasnya. (ADR)

Related posts