Pasar Sepi, Bisnis Karpet Anjlok

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Bagi dunia bisnis, sepertinya, 2015 merupakan tahun yang kurang menggembirakan. Pasalnya, seperti yang diutarakan Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jabar, Deddy Widjaja, kondisi pasar pada tahun ini cenderung sepi. Situasi itu sebagai efek terjadinya fluktuasi dan kenaikan beragam komoditi, semisal bahan bakar minyak (BBM), tarif dasar listrik (TDL), dan lainnya, sehingga berakibat daya beli masyarakat melemah.

Turunnya penjualan pun dirasakan para pebisnis karpet produk Pakistan. “Ya. Memang benar. Penjualan cenderung sepi. Bahkan, hampir setiap tahun, penjualan turun. Perkiraannya, penjualan turun 10-20 persen,” tandas Muhammad Zafarullah, owner Al Malik di tempat bisnisnya, Jalan Gatotsubroto 133 Bandung, belum lama ini.

Senada dengan Deddy Widjaja, pria berdarah asli Pakistan yang menjadi warga negara Indonesia (WNI) sejak 15 tahun silam ini meneruskan, turunnya penjualan itu karena dipengaruhi lemahnya daya beli masyarakat. Dia berpendapat, situasi itu membuat penjualan jauh lebih sepi daripada tahun-tahun sebelumnya.

Pada kondisi normal, ucap dia, rata-rata penjualan setiap bulan sekitar 8 lembar karpet. Akan tetapi, imbuh dia, dalam kondisi saat ini, sahut dia, secara rata-rata, penjualan menjadi sekitar 6 lembar karpet setiap bulannya.

Untuk menyiasatinya, jelas dia, banyak pebisnis karpet yang memproduksinya tidak lagi menggunakan sistem konvensional atau tradisional, yaitu hand made. Saat ini, jelas dia, mayoritas proses produksi melalui pencetakan sehingga menjadi mass product. Kendati begitu, ulang pria berjanggut ini, karena kondisi daya beli yang cenderung melemah, pasar pun turut turun.

Lalu, bagaimana dengan momen Idul Fitri? Zafar mengiyakan, bahwa biasanya, terjadi peningkatan sekitar 15-20 persen lebih baik daripada kondisi biasa. Akan tetapi, pada momen Idul Fitri 2015, Zafar berpendapat, pihaknya memperkirakan, kondisinya tidak lebih baik daripada momen Idul Fitri tahun-tahun sebelumnya. “Ya itu tadi, situasi ini karena kondisi ekonomi yang kurang baik,” tutupnya. (ADR)

Related posts