Sunday , 26 January 2020
Home » Headline » Ormas Dilarang Lakukan Razia

Ormas Dilarang Lakukan Razia

aAKBP Amry Siahaan S.I.K.
Perwira Siswa Sespimmen Polri Angkatan 56 Tahun 2016

Sejumlah daerah memberlakukan aturan larangan atau pembatasan kegiatan hiburan malam selama bulan Ramadhan. Melalui peraturan daerah (perda) sejumlah provinsi, kota, dan kabupaten di tanah air berharap dengan pembatasan tersebut akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Islam yang melaksanakan ibadah puasa. Dalam menegakkan perda tentang larangan atau pembatasan hiburan malam, pemerintah daerah selalu menggandeng Polri di kewilayahan (polres dan polda). Sebagai mitra pemerintah daerah dalam menegakkan perda, Polri selalu berpegang pada UU No 22 Tahun 2002, yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menjelang bulan puasa, jajaran Polri di sejumlah daerah pun aktif melakukan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari tokoh agama, ormas, hingga pengusaha hiburan malam. Pesan yang disampaikan kepada kalangan tersebut yaitu bersama-sama menciptakan rasa aman dan nyaman selama bulan puasa. Kepada pengusaha hiburan malam, jajaran Polri selalu menekankan agar mereka mematuhi aturan perda yang berlaku di daerah tersebut. Jika aturan perda tersebut dilanggar, maka pemerintah daerah bersama Polri akan melakukan tindakan tegas disertai sanksi yang sesuai dengan pelanggarannya.

Sedangkan kepada pimpinan ormas, jajaran Polri mengingatkan agar massa mereka tak bertindak sendiri melakukan razia atau sweeping terhadap kegiatan hiburan malam yang melanggar aturan perda. Ormas tak diperbolehkan melakukan razia terhadap tempat hiburan malam. Jika ormas melakukan razia, maka jelas melakukan pelanggaran hukum. Sebab yang bertugas melakukan tindakan terhadap pelanggaran adalah pemerintah daerah dan Polri. Ini diamanatkan oleh UU dan aturan hukum yang berlaku. Jika ormas yang melakukan tindakan berarti melanggar aturan. Jika melanggar aturan maka hukum harus ditegakkan.

Bila mengacu pada UU No 2 tahun 2002 maka tugas Polri dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat begitu banyak. Karena itu tak heran apabila menjelang bulan puasa seperti sekarang ini, Polri berupaya menciptakan rasa aman dan nyaman di masyarakat melalui berbagai kegiatan operasi dan patrol. Menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat bukan hanya dilakukan pada saat menjelang bulan puasa dan lebaran saja. Setiap saat upaya tersebut tetap dilakukan oleh Polri. Sedangkan menjelang puasa dan lebaran ditingkatkan agar umat Islam bisa menjalankan ibadahnya dengan penuh rasa aman dan tentram.

Peningkatan keamanan dan ketertiban ini diimplementasikan oleh jajaran Polri mulai di pusat hingga di daerah melalui bentuk operasi. Antara lain operasi penertiban premanisme, kendaraan bermotor, peredaran miras, petasan, hingga tindak pelanggaran hukum lainnya. Tugas dan tanggungjawab Polri dalam menciptakan rasa aman dan nyaman tersebut tentunya harus didukung oleh masyarakat. Masyarakat bisa berperan aktif membantu polisi dalam menciptakan keamanan dan ketertiban. Langkah yang bisa dilakukan masyarakat tersebut antara lain memberikan informasi kepada masyarakat jika melihat dan mendengar indikasi tindak kriminalitas kepada polisi terdekat. Dengan cara ini masyarakat berperan aktif membantu tugas Polri. ***