Minim, Perusahaan yang Ikut Program Pensiun

jabartoday.com/erwin adriansyah
jabartoday.com/erwin adriansyah
JABARTODAY.COM – BANDUNG — beberapa wakyu lalu, pemerintah menerbitkan regulasi mengenai kewajiban perusahaan mengikutsertakan para pekerja dan karyawannya untuk mengikuti program Jaminan Pensiun yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPKS-TK). Akan tetapi, ternyata, hingga kini, masih banyak perusahaan yang belum mengikuti program Jaminan Pensiun.

“Benar. Masih banyak perusahaan yang belum mengikuti program Jaminan Pensiun. Alasannya beragam. Misalnya, soal kekuatan finansialnya, dan sebagainya,” tandas Kepala BPJS-TK Cabang Sumedang, Moh Agil Alhabsyi, pada sela-sela Sosialisasi Perubahan Regulasi dan Peningkatan Manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan di BnB Hotel, kawasan Metro Indah Mal, Jalan Soekarnohatta Bandung, Kamis (2/6).

Diutarakan, hingga kini, di wilayah kerjanya, terdapat sekitar 1.300 perusahaan dan ratusan ribu TK yang menjadi peserta BPJS-TK aktif. Namun, ungkapnya, jumlah perusahaan aktif yang belum mengikuti program Janinan Pensiun masih sangat minim. Agil memperkirakan, baru sekitar 10 persen yang mengikuti program Janinan Pensiun.

Dijelaskan, hal itu melanggar peraturan. Tentunya, lanjut dia, ada sanksinya. Agar perusahaan-perusahaan itu mengikuti program Jaminan Pensiun, pihaknya tisak langsung memberi sansi, yang menjadi kewenangan kejaksaan negeri. “Sanksi tu melalui beberapa tahap. Pada tahap awal, kami mengirim surat peringatan,” tuturnya.

Namun, imbuhnya, apabila perusahaan-perusahaan itu masih membandel, tahap selanjutnya adalah penidakan “Kejaksaa. negerj yang berkewenangan menindak,” seru Agil.

Berkenaan dengan target jumlah peserta pada tahun inj, Agil mengungkapkan, proyeksi prnambahan peserta tahun ini sekitar 40 ribu orang, baik formal maupun non-formal, yang saat ini, jumlah peserta aktifnya sekitar 3 ribu orang.

Tentang nilai santunan, Agil menyatakan, yang tertinggi adalah klaim Jaminan Hari Tua. Angkanya, ucap dia, sekutar Rp 2 miliar per bulan. Lalu, kata Agil, klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), yang nilainha sekitar Rp 500 juta orang. “Sementara nilai santunan program Jaminan Kematian, nilainya sekitar Rp 100 juta per bulan,” pungkas Agil. (ADR)

Related posts