OJK Belum Berencana Batasi Bunga Kredit

Otoritas Jasa Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Sejauh ini, Indonesia menjadi satu di antara beberapa negara yang menetapkan suku bunga perbankan yang tinggi, termasuk suku bunga kredit. Tentunya, suku bunga pinjaman yang tinggi dapat berimbas pada berbagai sektor ekonomi, tidak hanya kinerja perbankan.

Karenanya, Otoritas Jasa Keuangan melakukan berbagai upaya untuk menurunkan suku bunga pinjaman perbankan. Di antaranya, mengimbau lembaga-lembaga perbankan supaya menurunkan suku bunga kreditnya.

Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Haddad, mengatakan, sejauh ini, pihaknya terus melakukan berbagai upaya agar suku bunga kredit perbankan turun. Di antaranya, ucap dia, melakukan evaluasi dampak capping suku bunga deposito secara berkelanjutan. Itu karena capping suku bunga deposito belum efektif menurunkan suku bunga pinjaman.

Upaya lainnya, imbuh Muliaman, pihaknya melakukan pengkajian beberapa opsi yang tergolong efektif menurunkan suku bunga pinjaman. Yaitu, ungkapnya, perbaikan efisiensi industri perbankan, yang melibatkan bank penggerak (market setter) dan bank pengikut pasar (market follower). “Keinginan kami yaitu lebih efisiennya perbankan market setter. Jika efisien, perbankan market setter dapat menetapkan atau memberi suku bunga kredit yang lebih murah,” ucapnya.

Berkaitan dengan upaya turunnya suku bunga kredit perbankan, Nelson Tampubolon, Dewan Komisioner OJK Bidang Perbankan menyatakan, jajarannya tetap tetap meminta lembaga perbankan supaya secara perlahan dan bertahap menurunkan suku bunga kredit. Meski begitu, bebernya, pihaknya belum berencana menerbitkan regulasi pembatasan suku bunga kredit.

Ada beberapa hal yang menjadi dasar OJK belum merencanakan penerbitan aturan pembatasan suku bunga kredit. “Satu di antaranya, kami masih mempelajari dan mencermati rencana bisnis bank (RBB) 2015,” tutup Nelson. (ADR)

Related posts