Mirip First Travel, Satgas Waspada Investigasi Awasi 2 Travel Biro

Sarwono, Ketua Tim Satgas Waspada Investasi Jabar.
(jabartoday.com/erwin adriansyah)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Beberapa waktu lalu, publik di negara ini dikejutkan oleh adanya kasus yamg dilakukan sebuah biro perjalanan, Frist Travel. Saat itu, banyak masyarakat yang gagal bertolak ke Mekah untuk beribadah umrah. Mereka mendaftar umrah kepada First Travel, yamg menawarkan tarif yang lebih murah.

Kabar terkini, Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi Jabar mengawasi 2 biro perjalanan umrah di wilayah kerjanya. “Pada dasarnya, ke-2 biro itu berizin. Yang berpotensi menimbulkan masalah adalah skema bisnisnya. Dugaannya, ke-2 biro itu mengandalkan dana calon jamaah. Ini mirip First Travel,” tandas Ketua Satgas Waspada Investasi Jabar, Sarwono.

Pria yang juga menjabat Kepala OJK Kantor Regional Jabar ini meneruskan, skema bisnis tersebut sangat berpotensi menyebabkan masalah. Pasalnya, jelas dia, sumber finansialnya hanya mengandalkan dana masuk dari calon jamaah.

Dana itulah, ujarnya, yang kemudian, mereka kelola. “Dugaan kami, ke-2 biro itu menerapkan pola bisnis seperti yang dilakukan First Trevel. yakni gali lubang, tutup lubang. Karena tarif dan biayanya lebih murah daripada rata-rata biaya umrah, dana yang awal masuk untuk memberangkatkan sebagian calon jamaah. Sebagian lainnya, pemberangkatannya bersumber pada dana calon yang masuk atau daftar berikutnya. Kondisi ini terus berlanjut,” papar Sarwono.

Diutarakan, pada titik tertentu, hal itu sangat berpotensi menimbulkan permasalahan seperti First Travel. Untuk itu, tegas Sarwono, pihaknya mengawasi 2 biro perjalanan umrah itu. Satu di antaranya, sahut Sarwono, sudah stop operasi. Satu lainnya, imbuh dia, dalam tahap pendalaman.

Berdalih sebagai upaya mengantisipasi timbulnya gejolak, Sarwono berkeberatan menyebut nama ke-2 biro perjalanan umrah itu. “Sepengetahuan saya, seluruh calon jamaahnya warga Jabar. Jumlahnya pun cukup banyak. Sejauh ini, beberapa warga yang melaporkan ke-2 biro itu. Satu di antaranya mendapat pemanggilan ke Jakarta,” tutup Sarwono. (win)

 

Related posts