Minim, Pemahaman Kontrak Internasional

Jimmy Sardjono Jimmy Sardjono Michael, Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP INKINDO
Jimmy Sardjono Jimmy Sardjono Michael

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Dalam sebuah pengerjaan proyek infrastruktur, pemahaman mengenai kontrak kerja merupakan salah satu unsur penting. Pasalnya, apabila kontrak sudah dipahami, baik oleh pemberi kerja maupun pelaksana kerja, tentunya, hal itu dapat meminimalisir terjadinya perselisihan pada akhir masa kerja.

Terlebih, menjelang ajang ASEAN Economic Community (AEC) yang bergulir akhir tahun ini, prediksinya, banyak pengerjaan infrastruktur yang berlangsung di negara ini. Hal itu memungkinkan banyak pihak asing yang turut ambil bagian dalam proyek tersebut. Karenanya, butuh pemahaman kontrak, utamanya, yang bersifat internasional, oleh para konsultan di tanah air.

“Konsultan wajib menguasai dan memahami isi kontrak bidang internasioal. Itu karena, para konsultan menghadapi dan melayani klien dari berbagai negara berbeda, utamanya, pada produk kosntruksi,” tandas Jimmy Sardjono Michael, Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP Ikatan Konsultan Indonesia (INKINDO) di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatotsubroto Bandung, Rabu (9/4).

Menurutnya, salah satu hal yang menunjukkan kurangnya pemahaman kontrak terlihat pada masih banyak kontrak yang belum menunjukkan kesetaraan antara pihak pertama, yaitu pemberi kerja, dan pihak kedua, sebagai pelaksana kerja. “Idealnya, ada kesetaraan antara pihak kesatu.

“Contohnya, pengusaha konstruksi mengalami keterlambatan pekerjaan. Biasanya, dalam kontrak, terdapat klausul berupa denda. Tapi, jika pemberi kerja atau proyek terlambat membayar, kondisi itu nyaris tidak pernah ada dalam klausul kontrak,” timpal Wakil Sekretaris Jenderal DPP INKINDO, Zulkifli Halim.

Menurutnya, di Indonesia, sejauh ini, pengartian kontrak lebih pada silatrurahmi kesepakatan, dan bukan merupakan ikatan berefek hukum. Akibatnya, lanjut dia, kerap terjadi perselisihan pada akhir masa kontrak.

Karenanya, imbuh Jimmy, pihaknya, yang merupakan 1 di antara 101 negara anggota FIDIC, asosiasi konsultan internasional, menggelar pelatihan kontrak internasional. Diutarakan, banyak negara yang kini menerapkan kontrak FIDIC. “Pelatihannya relatif lengkap. Mulai kontrak hubungan klien, kontrak umum untuk pekerjaan  sipil, kontrak untuk  design and Build, sampai dengan kontrak engineering procurement and construction (EPC). Pengajarnya asal Jerman yang tentunya, bersertifikat,” urai Jimmy. (ADR)

Related posts