IKK Jabar Berpotensi Merosot

Bank IndonesiaJABARTODAY.COM – BANDUNG –– Terjadinya berbagai perkembangan, seperti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditambah terbitnya sejumlah kebijakan berkenaan dengan kenaikan beberapa komoditi, seperti elpiji 12 kilogram, dan sebagainya, berpengaruh cukup besar pada perkembangan ekonomi di negara ini, termasuk Jabar.

Bank Indonesia (BI) menyatakan adanya potensi dan indikasi pelemahan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada periode Maret 2015. “Potensi itu terjadi karena dropnya dua komponen, yaitu IKE (Indeks Kondisi Ekonomi) dan IEK (Indeks Ekspetasi Konsumen). Tapi, konsumen tetap yakin bahwa dalam enam bulan mendatang, ekonomi membaik,” tandas Kepala BI Kantor Perwakilan VI Jabar, Rosmaya Hadi, Rabu (9/4).

Pada periode Maret 2015, wanita berhijab ini mengemukakan, berdasarkan survey konsumen Jabar, IKK tatar Pasundan sebesar 125,0. Sedangkan pada bulan sebelumnya, lanjut Rosmaya, IKK Jabar sebesar 125,5. Meski demikian, jika perbandingannya dengan total IKK pada 2014, periode Maret 2015 masih lebih tinggi.

Selain IKK, sambungnya, IKE Jabar periode Maret pun mengalami hal sama. Pada Maret 2015, survey menunjukkan, tukasnya, IKE Jabar sebesar 110,2. Angka itu, imbuh dia, lebih rendah daripada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 116,7.

Sedangkan dalam hal keyakinan konsumen, indikasinya sedikit meningkat. Hal itu, terangnya, terlihat pada IEK Jabar, yang besarnya 139,7 point. Jumlah itu, jelas Rosmaya, lebih tinggi daripada 3,5 point daripada periode bulan sebelumnya, yaitu Februari 2015.  (ADR)

Related posts