JABARTODAY.COM- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kaget dengan tertangkapnya Dirjen Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono oleh OTT KPK. Ia bertekada akan lebih berhati-hati dalam memilih rekanan atau kontraktor.
Kantor berita LKBN Antara mengabarkan, selaku Menteri Budi Sumadi akan mengawal seluruh pekerjaan proyek di Kemenhub secara mendetail. “Di masa mendatang saya akan berkonsentrasi bagaimana proses penunjukan kontraktor dan rekanan kita,” kata Budi, seusai menghadiri seminar nasional bertajuk ‘Bandara Kulonprogo dan Akselerasi Pembangunan Ekonomi Yogyakarta’ di Yogyakarta, Jumat (25/8).
Selama ini dia mengaku lebih berkonsentrasi terhadap fungsi pelabuhan dan bandara. Pasca kejadian tersebut seluruh pengerjaan proyek di Kemenhub akan terus dikawal untuk memastikan agar sesuai spesifikasi.
Ia mengatakan upaya pencegahan korupsi di lingkungan kementeriannya sebenarnya telah dimulai sejak pertama menjabat sebagai menteri. “Sejak saya masuk kita langsung melakukan operasi tangkap tangan (OTT), misalnya kita lakukan di Jakarta, Surabaya, Medan, dan Samarinda. Di Samarinda kita bisa menyelamatkan lebih dari Rp 400 miliar,” kata dia.
Terkait peristiwa OTT KPK terhadap Dirjen Hubla, Budi meminta maaf kepada seluruh pihak. Kasus itu, menurut dia, diharapkan menjadi bahan pembelajaran bagi seluruh pihak. “Saya minta maaf atas kejadian itu dan ini menjadi pembelajaran buat kami,” tegasnya.
Sebelumnya, pada Rabu (23/8) malam KPK melakukan OTT terhadap Dirjen Hubla di Mess Perwira Ditjen Hubla di daerah Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Dalam OTT itu KPK menyita uang senilai Rp 20,74 miliar. OTT KPK kali ini salah satunya berhubungan suap proyek pengerjaan pengerukan pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah (Jos).





