Menguji Tol Cipali di Musim Mudik

kompol guntur saputroOleh Kompol Guntur Saputro, SIK
Perwira Sespimen Angkatan 55 Tahun 2015
 
Presiden Joko Widodo  akhirnya meresmikan Jalan Tol Cikopo (Kab Purwakarta)-Palimanan (Cirebon) pada Sabtu (13/6) lalu.  Jalan tol Cipali (Cikopo-Palimanan) ini memiliki panjang 116,7 kilometer dan merupakan tol terpanjang di Indonesia. Peresmian tol tersebut yang waktunya berdekatan dengan arus mudik lebaran 2015 ini tentunya memiliki makna untuk mengurangi tingkat kemacetan di jalur Pantai Utara (Pantura).  Selama ini Cikopo merupakan salah satu sumber kemacetan setiap kali musim lebaran tiba. Dengan dibukanya akses tol Cipali  ini maka sumber kemacetan itu akan berkurang.

Selain untuk mengurangi kemacetan saat mudik lebaran, dibukanya jalan tol tersebut tentunya akan memperpendek jarak tempuh dari Jakarta menuju Cirebon. Jika sebelum ada jalan Tol Cipali jarak tempuh Jakarta-Cirebon bisa mencapai lima jam. Maka setelah beroperasinya Tol Cipali waktu tempuh dipangkas hingga menjadi 2,5 jam.  Dengan adanya jalan tol Cipali, sumber kemacetan saat mudik lebaran akan terbagi dua, yaitu di jalur Pantura dan Cipali. Kakorlantas, Irjen Condro Kirono memprediksi,  beberapa wilayah yang tingkat kemacetannya perlu diwaspadai seperti di Simpang Jomin di Cikampek dan pertigaan Babadan di Cirebon. Namun yang paling perlu diantisipasi adalah wilayah Pejagan, Brebes.

Kemacetan di Pejagan, Brebes, terjadi karena pada arus mudik kali ini, kendaraan roda empat  sudah dapat melintasi Tol Cipali untuk menghindari jalur Pantura yang masih akan tetap dipadati pemudik yang menggunakan motor. Nantinya pemudik dengan kendaraan mobil setelah keluar dari Tol Cipali akan bisa langsung melintasi Tol Palimanan-Kanci dan Kanci-Pejagan. Saat kendaraan keluar inilah yang akan menjadi kendala. Pasalnya kendaraan akan datang dari Jakarta secara bersamaan karena tidak tersendat macet di jalur Pantura. Sementara di pertigaan Pejagan terdapat perlintasan kereta api yang sering menjadi sebab kemacetan parah.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka disediakan alternatif untuk melintasi jalur darurat Pejagan-Brebes Timur. Meski jalur sepanjang 20 km tersebut belum sempurna, paling tidak pengendara dapat menghindari pertigaan Pejagan dan pasar ataupun kota Brebes. Titik kemacetan inilah yang harus diantisipasi oleh pengguna jalan, termasuk petugas Polri yang mengatur arus lalu lintas. Keterlibatan  polisi dalam mengamankan jalur mudik lebaran memang mutlak diperlukan. Pihak Polri akan mengerahkan sebanyak 6.000 personel untuk mengamankan arus lalu lintas saat mudik lebaran. Pos-pos pengamanan akan digelar polisi di daerah-daerah rawan kecelakaan. Diharapkan para pengguna kendaraan bisa mengurangi kecepatannya di ruas jalur rawan kecelakaan.

Kecelakaan Turun

Berdasarkan hasil evaluasi angkutan lebaran 2014, bila dibandingkan  dengan tahun 2013, jumlah kecelakaan mengalami penurunan sebesar 18,05 persen, yakni dari 3.512 pada 2013 menjadi 2.878 kecelakaan pada 2014.‎ Korban meninggal dunia turun 19,08 persen dari 765 jiwa pada 2013 menjadi 619 pada 2014. Jumlah kecelakaan terbanyak dialami oleh kendaraan roda dua (motor). Jumlah pengguna sepeda motor akan meningkat saat musim mudik lebaran tiba. Pada 2013 jumlah pengguna sepada motor sebanyak 2.506.030, sedangkan pada 2012 mencapai  3.795.368  atau turun sebanyak   1.381.116 sepeda motor (33,97 persen). Selain pengguna sepeda motor,  penurunan juga terjadi pada kendaraan pribadi dari 1.097.628 unit mobil pada 2012 menjadi 1.046.096 mobil pada 2013.

Berdasarkan data  yang ada, pada arus mudik lebaran 2012 jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 5.233 kejadian. Dari jumlah tersebut, hampir 72 persennya menimpa pemudik dengan mengendarai sepeda motor. Sementara pada arus mudik lebaran tahun 2013, Mabes Polri mencatat hingga hingga H+5, terjadi  3.200 kecelakaan. Dari kecelakaan  lalu lintas tersebut menewaskan 630 pemudik,  1.027 orang mengalami luka berat, dan korban luka ringan sebanyak 3.728 orang. Seluruh kecelakaan itu melibatkan 4.933 kendaraan baik roda empat maupun roda dua. Namun dari jumlah tersebut hampir sebagian besar menimpa sepeda motor sebanyak  3.487 unit.  Sedangkan pada arus mudik 2014, dari H-7 hingga H+5 terjadi sebanyak 2.741 kejadian atau menurun dari tahun lalu sejumlah 3.200 kejadian. Sedangkan korban meninggal  sebanyak 538 jiwa atau menurun dari tahun lalu 686 orang. ***

Related posts