
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Menjaga ketersediaan pangan, utamanya beras, menjadi salah satu tugas utama Perum Bulog. Pasalnya, ketersediaan beras yang mumpuni dapat menjaga stabilitas pangan, termasuk harga.
“Alhamdulillah, ketersediaan beras, khususnya di Jabar, dalam kondisi aman. Ketersediaan beras, Insyaallah, dapat mencukupi kebutuhan masyarakat hingga 9 bulan mendatang. Masyarakat jangan resah,” tandas Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jabar, Achmad Ma’mun, di RPK Bulog Center, Jalan Terusan Buah batu Margacinta Bandung, Kamis (23/8).
Pria asal Timbangan Garut ini melanjutkan, ketersediaan beras yang cukup lama itu menjadi upaya pihaknya untuk menjaga terjadinya gejolak. Pihaknya, lanjut dia, siap memasok seluruh daerah di Jabar melalui sub-divre-sub-divre di Tatar Pasundan, dalam harga sesuai patokan pemerintah. “Harga yang kami jual pun berdasarkan HET (Harga Eceran Tertinggi).
Agar ketersediaan tetap terjaga, pebolavoli nasional era 1980-an itu menyatakan, pihaknya terus melakukan penyerapan beras. Hingga kini, ungkapnya, proses penyerapan hampir mencapai 60 persen prognosa yang ditetapkan pemerintah, yaitu 450 ribu ton. “Saat ini, penyerapan Jabar tertinggi ke-2 nasional setelah Jatim. Masih ada waktu hingga akhir 2018 untuk meningkatkan penyerapan,,” tutupnya. (win)




