Friday , 5 June 2020
Home » Ekonomi » Masih Uji Coba, Beras Sachet Laris Manis. Ini Volume Penjualannya

Masih Uji Coba, Beras Sachet Laris Manis. Ini Volume Penjualannya

(jabartoday.com/erwin adriansyah)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Berbagai upaya ditempuh pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan, baik ketersediaan maupun harga. Satu di antaranya, melalui Perum Bulog, pemerintah merilis produk Beras Sachet berbobot 200 gram seharga Rp 2.500 per sachet.

Rencananya, pemerintah me-launching produk itu awal September 2018. Saat ini, dalam tahap uji coba. Jabar menjadi salah satu titik uji coba produk tersebut. “Memang, pendistribusian dan penjualan Beras Sachet masih uji coba. Tapi, Alhamdulillah, respon masyarakat Jabar positif,” tandas Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jabar, Achmad Ma’mun, di Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog Center, Jalan Terusan Buah batu Margacinta Bandung, Kamis (23/8).

Achmad Ma’mun mengutarakan, sejauh ini, di wilayah kerjanya, enjualan produk, yang setiap kemasannya cukup untuk dikonsumsi 3 orang itu, tergolong positif. Total volumenya, ungkap dia, mencapai 10 ton.

Achmad Ma’mun melanjutkan, kehadiran Beras Sachet agar masyarakat menengah-bawah dapat turut menikmati beras premium yang harga jualnya sangat terjangkau. Tidak itu saja, tambahnya, produk ini pun menjadi sebuah kiat untuk mengantisipasi terjadinya gejolak harga.

Di Jabar, kata dia, ada 3 daerah yang menjadi titik pendistribusian Beras Sachet. Yaitu, sebutnya, Ciamis, untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Jabar Selatan, seperti Garut, Tasikmalaya, dan lainnya.

Lalu, sambungnya, Indramayu, guna menenuhi permintaan daerah Pantai Utara (Pantura) Jabar, seperti Cirebon, Subang, Majalengka, Kuningan, dan Indramayu. “Berikutnya, Karawang yang memasok kota-kabupaten daerah-daerah sekitarnya,” pungkas Achmad Ma’mun.  (win)