Marinir Butuh Ratusan Tank Amphibi

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Apabila memperhatikan kondisi geografis, negara ini memerlukan sistem pertahanan yang mumpuni. Tidak heran jika Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) memerlukan beragam jenis peralatan dan persenjataan tempur. “Benar. Kami memang membutuhkannya,” tandas Komandan Korps Marnir TNI AL, Laksamana Pertama Buyung Lalana, usai berkunjung ke PT Pindad (Persero), Jalan Gatotsubroto Bandung, Kamis (28/5).

Perwira bintang satu ini meneruskan, sejauh ini, pihaknya memang menggunakan beberapa produk PT Pindad, seperti senjata dan amunisi. Untuk senjata, jelas dia, antara lain SS1-M1 dan SS1-M2. Kemudian, kata dia, senapan serbu yang dilengkapi lapisan phospating sehingga menjamin senapan ini dapat beroperasi pada lingkungan berkadar garam tinggi, semisal laut dan rawa. Sedangkan amunisi, berupa peluru. “Baik kaliber kecil maupun besar,” sambungnya.

Berkenaan dengan kendaraan tempur, Buyung mengutarakan, sejauh ini, pihaknya menggunakan kendaraan tank amphibi produk Rusia. Alasannya, jelas dia, perawatannya mudah. Selain itu, sambungnya, biaya perawatannya pun murah. “Kehadiran kami di PT Pindad antara lain, mendorong PT Pindad untuk memproduksi kendaraan tempur bagi TNI AL, yaitu jenis tank amphibi,” ucapnya.

Lalu, berapa banyak kebutuhannya? Menjawab pertanyaan itu, Buyung tersenyum. Menurutnya, jumlah kebutuhannya tergolong banyak. Dia mencontohkan, untuk 1 batalyon, butuh sekitar 200 unit tank amphibi.

Jika memperhatikan adanya pengembangan kesatuan menjadi 3 divisi, lanjutnya, berarti, kebutuhannya begitu banyak. Dia memperkirakan, kebutuhan tank amphibi dapat mencapai ratusan unit. (ADR)

Related posts