Saturday , 7 December 2019
Home » Hukum » Mantan Penguasa Indramayu Diciduk Kejaksaan

Mantan Penguasa Indramayu Diciduk Kejaksaan

foto: WEB
foto: WEB

JABARTODAY.COM -BANDUNG
Setelah menyandang status tersangka dugaan korupsi pembebassan lahan 82 hektare untuk kepentingan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) I Indramayu senilai Rp 42 miliar, jajaran Kejaksaan Agung menciduk mantan Bupati Indramayu, Irianto MS Syaifuddin, beberapa waktu lalu. Dugaannya, pria yang menjabat Ketua DPD Partai Golkar Jabar tersebut melakukan mark up harga jual lahan menjadi Rp 42 ribu per meter per segi atau lebih tinggi Rp 20 ribu per meter per segi.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, Suparman, tidak membantah adanya penjemputan Yance, sapaan akrab mantan Bupati Indramayu tersebut oleh Kejaksaan Agung beberapa waktu lalu tersebut.
Dijelaskan, penjemputan itu menjadi langkah pemeriksaan pertama Yance selaku tersangka dugaan pidana korupsi pembebasan lahan pembangunan PLTU I Indramayu senilai Rp 42 miliar.

Diungkapkan, jajaran Kejaksaan Agung menjemput Yance secara paksa karena yang bersangkutan tidak memenuhi pemanggilan tim penyidik sebanyak 3 kali. “Penjemputannya Jumat (5/12) pagi, sekitar pukul 03.00,” tandas Suparman, belum lama ini.

Tidak hanya Yance, jajaran kejaksaan pun menetapkan tiga orang lain sebagai terdakwa berkaitan dengan kasus dugaan korupsi tersebut, yaitu Agung Rijoto pemilik SHGU Nomor 1 Tahun 1990, selaku kuasa PT Wihata Karya Agung, kemudian, mantan Sekretaris P2TUN Kabupaten Indramayu, Daddy Haryadi, dan mantan Wakil Ketua P2TUN sekaligus mantan Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Indramayu, Mohammad Ichwan.

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 1451K/Pid.SUS/2011, terdakwa Agung Rijoto mendapat hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta. Sementara, Daddy Haryadi dan Mochamad Ichwan mendapat vonis bebas.  (ADR)