Listrik Susut 1 Persen Habiskan Rp 3 Triliun

PLNJABARTODAY.COM – BANDUNG

Ternyata, hingga kini, pemakaian energi listrik mengalami penyusutan. Itu terjadi karena berbagai hal. Di antaranya, sarana yang perawatannya kurang optimal, termasuk masih maraknya aksi pencurian listrik.
 
“Secara nasional, angka susut listrik sekitar 9 persen. Normalnya, 5 persen,” tukas Kepala PT PLN Distribusi Jawa-Bali, Taufik Haji, pada sela-sela Bimbingan Peningkatan Pemahaman Masyarakat Dalam Pemakaian dan Pemanfaatan Listrik di Hotel Savoy Homann, belum lama ini.
 
Di antara provinsi yang ada di Indonesia, ungkap Taufik, wilayah Jawa-Bali, termasuk, Jabar, adalah daerah-daerah yang paling rendah angka penyusutannya. Persentasenya, sebut dia, tidak melebihi 6 persen.
 
Taufik mengutarakan, berdasarkan pengamatan, sejauh ini, pihaknya  menemukan sejumlah kasus pencurian listrik. Di antara 100 pelanggan, ucapnya, terjadi 2-3 kasus pencurian.
 
Meski tidak dapat menyebutkan total kasus pencurian listrik, Taufik menyatakan, setiap tahunnya, angka pencurian listrik terus turun. Itu terjadi, kata dia, pihaknya mengintenskan sistem pengawasan. Selain itu, tambahnya, pihaknya menerapkan sistem cyber lock. Sistem itu, terang dia, berfungsi untuk menekan pencurianlistrik karena alat tersebut mengontrol tingkat konsumsi listrik pelanggan.
 
Di tempat yang sama, Albert Manurung, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, menambahkan, pemerintah terus melakukan penertiban pemakaian tenaga listrik. Hal itu, jelas dia, menjadi upaya meminimalisir penyusutan listrik.
 
“Setiap 1 persen penyusutan yang kami amankan, berarti, kami menyelamatkan potensi kerugian yang nilainya sekitar Rp 3 triliun. Targetnya, tahun ini, kami dapat melakukan pengamanan menjadi 8,7 persen. Secara nominal, kalikan Rp 3 triliun saja nilai potensi kerugiannya,” tutup Albert. (ADR)

Related posts