LEN Siap Bangun Proyek Monorel di Arab Saudi

VP Corporeat Secretary PT LEN Industri (erwin adriansyah)
VP Corporeat Secretary PT LEN Industri
(erwin adriansyah)

JABARTODAY.COM – BANDUNG  – Ternyata, Indonesia memilki kemampuan dan daya saing tinggi dalam bidang teknologi. Buktinya, salah satu lembaga BUMN siap turut ambil bagian dalam proyek pembangunan infrastruktur di Arab Saudi. Adalah PT LEN Industr (Persero) yang menjadi lembag BUMN tersebut.

“Kami bersiap untuk turut dalam proyek pembangunan monorel di Arab Saudi. Kami serius untuk merealisasikan rencana tersebut,” tandas Vice President Corporate Secretary PT LEN Industri, Syaifuddin, di Jalan Soekarnohatta Bandung, Selasa (3/2).

Diutarakan, keterlibatan PT LEN Industri dalam proyek pembangunan monorel di Arab Saudi, yang pemanfaatannya sebagai sarana trasnportasi para jemaah haji tersebut adalah dalam hal railway. Yaitu, jelasnya, sistem persinyalan perkeretaapian, seperti, yang sejauh ini lembaga BUMN tersebut lakukan.

Menruutnya, saat ini, pihaknya terus menjajaki kerjasama dengan Arab Saudi itu. Itu karena, jelas Syaifuddin, pihak Arab Saudi, sudah menyatakan keseriusannya, tidak hanya pemerintah, tetapi juga dengan asosiasi pengusahanya. Karenanya, lanjut Syaifuddin, pihaknya membangun kantor di Arab Saudi. “Itu sebagai bukti keseriusan kami,” tegas pria berdarah Mataram tersebut.

Syaifuddin menyatakan, hal lain yang membuat pihaknya berkeinginan turut dalam pembangunan monorel di Arab Saudi yaitu potensi dan peluang pasarnya yang besar. Dia memperkirakan, potensi ekonomi monorel di Arab Saudi, angkanya dapat mencapai jutaan Dollar Amerika Serikat (AS).

Mengenai kompetitor, Syaifuddin menyebut satu nama negara, Cina. Dia berpendapat, Cina memang menjadi kompetitor yang cukup serius dalam rencana keterlibatan PT LEN Industri pada proyek pembangunan monorel di Arab Saudi tersebut. Meski demikian, ucapnya, pihaknya tetap optimis dapat bersaing. Dasarnya, jelas dia, pihaknya memiliki produk railway yang berkualitas dan sudah digunakan beberapa negara. “Sebenarnya, beberapa negara sudah menggunakan produk railway kami. Di antaranya, Malaysia dan Singapura. Jadi, kami optimis dapat bersaing dengan Cina,” sahut Syaifuddin.

Berbicara tentang Solar Cell, Syaifuddin mengutarakan, dalam waktu dekat, pihaknya berencana untuk melakukan ground breaking pembangunan pabrik di Kabupaten Subang. Pabrik tersebut, ucap Syaifuddin, berada dalam kawasan Techno Park. Artinya, jelas dia, dalam kawasan tersebut, pihaknya membangun pabrik solar cell dan pabrik industri pertahanan.

Khusus pabrik solar cell, ungkap dia, nilai investasinya tergolong besar. Nominal investasinya, sebut dia, prediksinya sekitar Rp 1,5 triliun. Akan tetapi, apabila tergabuing dengan pabrik industri pertahanan, tambahnya, total investasi pembangunannya mencapai Rp 2 triliun. “Itu karena investasi pabrik pertahanan sekitar Rp 500 miliar,” tukasnya.

Berkenaan dengan kapasitas produksi pabrik solar cell, Syaifuddin mengemukakan, jika beroperasi, volumenya tergolong besar. Kapasitasnya, seru Syaifuddin, mencapai 100 Mega Watt (MW). (ADR)

 

Related posts