Wednesday , 3 June 2020
Home » Bandung Raya » Kota Bandung Tetapkan Status KLB Covid-19

Kota Bandung Tetapkan Status KLB Covid-19

Rapat penanganan Covid-19 oleh Forkopimda Kota Bandung, Senin (30/3/2020). (foto: humas pemkot bandung)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Kota Bandung menetapkan wabah Covid-19 sebagai kejadian luar biasa (KLB). Penetapan itu berdasarkan signifikansi penyebaran endemi virus corona di wilayah ini.

Hingga 29 Maret 2020, telah ada 20 kasus positif Covid-19, 70 orang pasien dalam pengawasan (PDP), serta 422 orang dalam pemantauan (ODP).

Guna menghadapi kondisi ini, dibentuklah gugus tugas oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Bandung, yang diketuai langsung oleh Wali Kota Oded M Danial.

Bandung Command Centre akan menjadi pusat posko gugus tugas tingkat kota. Sementara itu, kantor kecamatan sebagai posko di kewilayahan.

“Gugus tugas ini nanti ketuanya saya. Wakilnya Pak Dandim dan Pak Kapolrestabes, dan ketua hariannya Pak Sekretaris Daerah,” terang Oded, di Pendopo Kota Bandung, Senin (30/3/2020).

Pembentukan gugus tugas ini adalah guna meningkatkan kapasitas dan kemampuan penanganan wabah ini. Setiap elemen kota bisa bergerak dengan lebih sigap dan terintegrasi.

“Gugus tugas ini secara umum bagaimana kita menyikapi penanganan Covid-19 ini. Dengan gugus tugas ini siapa berbuat apa akan lebih baik. Skalanya betul-betul Forkopimda, makanya langsung ini ada Dandim, Kapolrestabes, agar kita betul-betul bisa satu komando,” jelas Oded.

Dengan status KLB, diutarakan dirinya, Pemerintah Kota Bandung bisa dengan lebih leluasa mengalokasikan anggaran untuk penanganan virus corona. Oded ingin agar sedikit demi sedikit keterbatasan kemampuan bisa diatasi.

“Payung hukumnya sudah ada, peraturan dari Menteri Keuangan. Jadi kita ini sudah menganggarkan Rp75 miliar sesuai yang sudah dibahas dengan dewan dan Forkopimda,” ungkap dia.

Oded menerangkan, sebagian dana tersebut sudah dicairkan untuk berbagai keperluan. Dinas terkait sudah membelanjakannya untuk membeli peralatan yang dibutuhkan, terutama alat pelindung diri (APD), dan alat kesehatan lainnya.

“Pokoknya (anggaran) Kota Bandung mah insya Allah aman. Persoalan sekarang bukan anggarannya, tapi barangnya,” aku Oded.

Hal itu menyusul karena adanya kelangkaan pasokan alat kesehatan yang dibutuhkan. Oded mengaku, Pemkot Bandung sudah memesan alat dalam jumlah banyak, namun hingga kini pesanan tersebut belum juga sampai.

“Rp75 miliar ini sekarang posisinya sudah siap, sudah dicairkan dan dibelanjakan, meskipun masih menunggu barangnya,” cetusnya.

Di tempat terpisah, Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna menekankan, gugus tugas inilah yang bakal melakukan percepatan penanganan terhadap pendemi virus corona. Mulai dari merancang sampai mengeksekusi berbagai rencana aksi.

“Wali kota sebagai ketua gugus tugas yang tidak bisa didelegasikan pejabat manapun. Dandim, Kapolrestabes dan jajaran Forkopimda sebagai wakil ketua,” imbuh Ema.

Guna memersiapkan pembuatan gugus tugas ini, Pemkot Bandung menggelar rapat dengan seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait penanganan virus corona. Mengingat protokol penerapan physical distancing, beberapa OPD, para camat, dan aparatur kewilyahan lainnya mengikuti rapat melalui teleconference.

Disamping itu, turut hadir pula perwakilan dari Polrestabes Bandung, Kodim 0618/BS, Pangkalan TNI AL, Pangkalan TNI AU, Denpom III/5 Bandung serta Kejaksaan Negeri Bandung.

“Kondisi di Bandung sudah masuk dalam tahap lebih darurat bencana kesehatan dilihat dari cakupan wabah. Wali kota Bandung akan mengeluarkan SK (surat keputusan) hari ini,” paparnya. 

Ema juga memastikan, pembentukan gugus tugas ini juga sebagai merespon surat edaran dari Menteri Dalam Negeri Nomor 440/2622/SJ tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di daerah yang terbit pada 29 Maret 2020. (vil)

Baca Juga:  Kota Bandung Belum Terapkan PSBB