Saturday , 7 December 2019
Home » Ekonomi » Konsumsi Daging dan Telur Ayam Belum Ideal

Konsumsi Daging dan Telur Ayam Belum Ideal

Ketua TP PKK Jawa Barat Netty Heryawan
Ketua TP PKK Jawa Barat Netty Heryawan

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Sejauh ini, tingkat konsumsi daging dan telur ayam di Indonesia, terutama Jabar, masih belum ideal. Karenanya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan tingkat konsumsi dua komoditi itu.
 
“Saat ini, konsumsi daging ayam di Jabar masih sekitar 8 kilogram per kapita setiap tahunnya. Sedangkan telur ayam, sekitar 111 butir per kapita setiap tahunnya,” tukas Ketua PKK Jabar, Netty Heryawan, pada Festival Ayam dan Telur di Jalan Ir H Djuanda Bandung, belum lama ini.
 
Netty meneruskan, tingkat konsumsi itu masih jauh di bawah beberapa negara ASEAN. Malaysia, sebut dia, sebagai salah satunya. Konsumsi daging dan telur ayam di negeri Jiran itu 400 persen lebih tinggi daripada Jabar. “Karenanya, kami ingin mendorong tingkat konsumsi daging dan telur ayam,” kata Netty.
 
Menurutnya, idealnya, tingkat konsumsi daging ayam di Jabar sebanyak 12 kilogram per kapita setiap tahunnya. Sedangkan untuk telur ayam, idealnya, tingkat konsumsinya lebih besar lagi, yaitu mencapai sekitar 160 butir per tahun setiap orangnya.
 
Dia berpendapat, masih belum idealnya tingkat konsumsi kedua komoditi itu karena masih adanya anggapan yang kurang tepat tentang efek pengonsumsian telur dan daging ayam. “Sebenarnya, daging dan telur ayam punya kandungan gizi yang tinggi. Tidak benar apabila jika mengonsumsi telur dapat menyebabkan efek, seperti wajah berjerawat dan sebagainya. Jadi, kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya konsumsi daging dan telur ayam,” papar Netty.
 
Memang, aku Netty, dalam beberapa hari terakhir, harga jual daging ayam mengalami kenaikan. Akan tetapi, lanjut dia, jika perbandingannya dengan daging sapi, saat ini, harga jual daging ayam masih terjangkau. (ADR)