
Diutarakan, latar belakang hadirnya Rail Clinic ini yaitu semangat memberi pelayanan lebih kepada masyarakat Indonesia. Dikatakan, harapannya, dapat menyentuh saerah-daerah yang masih belum terlayani, atau rute yang sulit ditempuh oleh kendaraan bermotor, khususnya, berkaitan dengan pelayanan kesehatan. “KA, yang proses pengerjaannya berlangsung 10 Oktober 2015 di Balai Yasa Yogyakarta, ini pun bentuk program Corporate Social Responsibility (CSR) PT KAI,” serunya.
Di Stasiun Maswati, Kabupaten Bandung Barat, pada sela-sela bakti sosial, Kepala Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) 2 Banding, Franoto Wibowo, menambahkan, masyarakat dapat memanfaatkan Rail Clinic ini, baik untuk mendapat pelayanan kesehatan.
Bowo mengemukakan, guna memudahkan pengoperasiannya, kereta ini tidak bergantung pasa lokomotif. Sistem pengaturannya lebih leluasa karena berupa kereta rel disel (KRD). Rail Clinic terdiri atas 2 kereta. Setiap kereta, memiliki tata ruang dan jenis pelayanan kesehatan berbeda.
“Secara umum, fasilitas pelayanan kesehatannya yaitu jenis pelayanan kesehatan primer atau pelayanan tingkat pertama. Kami berharap, kereta ini dapat membantu pemerintah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah bencana atau daerah-daerah yang tak terjangkau oleh kendaraan bermotor,” tutup Bowo. (ADR)





