Ketika Gedung Dennis Jadi Saksi Perlawanan

jabartodqy.com/erwin adriansyah
jabartodqy.com/erwin adriansyah
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Suasana berbeda terjadi di Jalan Braga, Bandung, tepatnya, di depan Gedung De Eerste Netherlands-Indische Spaarkas en Hypotheek Bank (Dennis), yang kini, menjadi Kantor Cabang Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk alias bank bjb, Sabtu (17/10) malam. Ketika itu, terjadi pertempuran sengit antara para pejuang negara ini dan pasukan Belanda yang bersenjata lengkap.

Suara letusan terdengar menggema. Teriakan-teriakan dan yel-yel “Merdeka” menggema. Pertempuran hebat pun terjadi. Kendati dilengkapi persenjataan lengkap, termasuk kendaraan lapis baja, para pejuang bumi pertiwi tidak gentar. Mereka begitu gagah berani melakukan perlawanan..

Para peujang, yang terdiri atas kalangan pemuda marah melihat intervensi Belanda, yang ingin kembali menduduki Indonesi. Para pemuda melawan. Bahkan, mereka menaiki menara gedung. Akan tetapi, hanya dua orang pemuda, Moh Endang Karmas dan Mulyono, yang berhasil menaiki menara gedung tersebut.

Keduanya memanjat tiang bendera. Setelah susah payah berada di atas tiang, Mulyono memegang ujung bendera berwarna merah-putih-biru yang sedang terkulai. Sedangkan Endang Karmas, yang berada pada bagian atas segera menghunuskan bayonet yang terselip pada pinggangnya. Tanpa pikir panjang, Endang menggunakan bayonetnya itu untuk merobek warna biru pada bendera. Setelah terobek, hanya dua warna yang tersisa, merah-putih. Ya, itulah bendera kebangsaan negeri tercinta ini.

Itulah tetrikal yang menggambarkan secuil aksi heroik para pejuang negara ini yang melakukan perlawanan sekaligus merobek bendera Belanda demi kejayaan Indonesia. Ternyata, kisah epik itu tidak hanya di Surabaya. Sayang, aksi kepahlawanan di Bandung tersebut, hingga kini, tidak banyak yang mengetahuinya.

“Kehadiran kami punya keberkaitan erat dengan perjuangan. Gedung Kantor bank bjb Cabang Utama Bandung ini menjadi saksi perlawanan para pemuda melawan Belanda sekaligus mempertahankan kemerdekaan. Ini adalah bagian upaya kami melestarikan sejarah sekaligus memberi penghargaan bagi para pejuang veteran,” tandas Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan.
Dalam acara yang juga dihadiri Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar, Ahmad Irfan meneruskan, pihaknya berharap, generasi muda, khususnya, di Jabar, tidak melupakan sejarah panjang negara ini. “Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menghargai jasa-jasa para pendahulu kita. Isi kemerdekaan ini oleh segala hal yang berbau positif dan bermanfaat,” tutup dia. (ADR)

Related posts