KAA Buka Lebar Bisnis MICE

  • Whatsapp
jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Sebenarnya, Jabar memiliki peluang bisnis yang terbuka, baik skala lokal, regional, nasional, bahkan internasional. Satu di antaranya adalah prospektifnya bisnis Meeting-Incentive-Convention-Exhibition (MICE). Sayangnya, selama ini, ajang MICE skala internasional, utamanya, di Jabar, kurang berkembang. Bahkan relatif tidak ada perkembangan.

Padahal, Jabar kerap menjadi tuan rumah berbagai even dunia. Satu di antara even dunia yang rutin bergulir di Jabar yaitu Peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA). “Benar. KAA dapat menjadi pintu pembuka perkembangan MICE di Jabar, khususnya, yang berskala internasional,” tandas Ketua Umum Asosiasi Konvensi dan Kongres Indonesia (AKKINDO), Deni Drimawan, di Sekretariat Forum Diskusi Wartawan Ekonomi Bandung (FORDISWEB), Jalan Beruang 2 Bandung, Minggu (22/2).

Deni menilai ajang KAA merupakan agenda MICE skala internasional pertama dan satu-satunya yang bergulir di Jabar.pada 1955. Deni berpendapat, hal itu menunjukkan bahwa Jabar punya potensi kuat untuk mengembangkan bisnis MICE. Idealnya, selama beberapa tahun terakhir penyelenggaraan KAA di Bandung, agenda pertemuan para petinggi negara-negara Asia-Afrika tersebut menjadi pendorong aktivitas MICE kelas internasional. “Selain itu, peringatan KAA pun dapat menjadi sarana promosi MICE Jabar bagi pasar dunia,” ucap Deni.

Akan tetapi, sesal Deni, sepertinya penyelenggaraan Peringatan KAA  yang berlangsung di Bandung selama beberapa tahun terakhir tidak berefek pada perkembangan bisnis MICE. Deni menduga, dalam pelaksanaan peringatan KAA, tidak ada perencanaan untuk mengembangkan MICE. Indikatornya, Jabar dan Kota Bandung terkesan adem ayem menyambut peringatan KAA yang bergulir April 2015. “Justru yang sibuk melakukan persiapan adalah teman-teman Jakarta,” seru Deni.

Secara bisnis, terang Deni, sebetulnya, bisnis MICE prospektif. Dijelaskan, harga paket leissure wisatawan mancanegara di Jabar, khususnya, Banndung Raya, rata-rata 200 Dollar Amerika Serikat (AS) per orang. Untuk MICE, imbuhnya, nilainya 1.500-2.500 Dollar AS per orang. “Angka paket MICE itu belum termasuk spending money per peserta MICE. Seandainya dalam satu tahun di Jabar, khususnya, Bandung, bergulir 3 kali agenda MICE internasional, efek bisnisnya luar biasa. Potensi bisnisnya dapat mencapai Rp 100 miliar lebih. Tidak heran, banyak daerah yang berlomba sebagai penyelenggara MICE Internasional,” paparnya.

Sebenarnya, lanjut dia, jika mengacu pada beberapa persyaratan penyelenggaraan MICE skala internasional, Jabar, utamanya, Kota  Bandung,  relatif memenuhinya. Itu karena, jelasnya, Kota Bandung punya sejumlah sarana infrastruktur penunjang yang tergolong lengkap. Tidak hanya perhotelan, Professional Event Orginezer (PEO), Professional Convention Organizer (PCO), akses transportasi udara, dan darat. “Bandung hanya belum punya gedung representatif sebagai titik penyelenggaraan agenda MICE internasional,” sahut Deni.

Deni mengutarakan, sejauh ini, ada beberapa kalangan yang mengklaim bahwa Jabar dan Bandung punya sejumlah tempat untuk MICE Internasional, yang mampu menampung 4 ribu orang. Walau demikian, ujar Deni, tempat-tempat itu, secara lokasi, belum representatif. Deni pun ragu tentang gedung konvensi yang berlokasi di Jalan Dipenogoro, seberang Gedung Sate, dapat menjadi tempat bergulirnya MICE internasional. “Aksesnya sulit, terutama bagi kendaraan pengangut barang berukuran truk trailer,” katanya.

Contohnya, sebut Deni, sebuah ajang MICE internasional, umpamanya otomotif, jika berlangsung di gedung kawasan Jalan Dipenogoro itu, sulit bagi truk pengangkut untuk mondar-mandir bongkar muat barang dan perlengkapan acara tersebut. Selain itu, area pameran pun harus luas agar aktivitas loading barang, pengaturan pengunjung, termasuk parkir kendaraan, dapat berlangsung tanpa kendala.

Deni berpandangan, idealnya, luas area untuk sebuah gedung MICE yaitu 50 ribu meter per segi. Daerah-daerah lain, seperti Surabaya, Padang, Batam, dan Medan, benar-benar serius menggarap bisnis MICE skala internasional karena memang dapat memberi benefif positif, tidak hanya dalam hal bisnis MICE, tetapi, perekonomian secara umumnya.  (ADR)

Related posts