Museum Dunia Segera Berdiri di Purwakarta

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi  (erwin adriansyah)
Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi
(erwin adriansyah)

JABARTODAY.COM – PURWAKARTA
Sebenarnya, banyak sarana yang dapat menjadi sebuah daya tarik pariwisata. Satu di antaranya, adalah kehadiran museum. Kehadiran museum tidak hanya sebagai tempat pariwisata, tetapi juga penambah wawasan generasi mendatang. Dasar itulah yang membuat jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta membangun sejumlah museum.

Yang pertama resmi beroperasi adalah museum Diorama. “Museum ini dapat menjadi sarana penambah pengetahuan dan wawasan generasi penerus agar mereka mengetahui gambaran sejaran bangsa ini, utamanya tentang Kasundaan,” tandas Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, di Pendopo Kabupaten Purwakarta, sebelum meresmikan Museum Diorama, Sabtu (21/2) malam.

Disebutkan, museum Diorama Kasundaan ini merupakan yang pertama kalinya hadir di Jabar. Luas bangunannya, sebut dia, sekitar 2.000 meter per segi. Dedi menyatakan, pasca beroperasi, masyarakat dapat masuk museum itu secara gratis. Itu karena, jelasnya, pembangunan museum itu dibiayai negara. “Dana pembangunannya, sekitar Rp 6 miliar,” sebut Dedi.

Selain museum Diorama Kasundaan, lanjut Dedi, pihaknya pun bersiap membangun Taman Sri Baduga. Isi taman tersebut menggambarkan suasana kerajaan Pasundan era Kerajaan Padjadjar. “Kalau taman itu beroperasi, masyarakat hanya mengeluarkan biaya untuk sewa pakaian tradisional Sunda. Untuk kaum pria, mengenakan pakaian adat, yang wanita, menggunakan kain samping,” paparnya.

Di taman itu pun, lanjut Dedi, tersedia berbagai aneka makanan khas Pasundan. Namun, bernuansakan zaman keemasan Padjadjar. Untuk membeli makanan, jelasnya, pengunjung harus membeli koin, yang bentuknya mirip atau menyerupai alat tukar belanja pada abad ke-13 sampai ke-16 tersebut.

Rencana lain untuk mendukung pariwisata, ungkap Dedi, pihaknya siap membangun dua museum lain. Pertama, yaitu Museum Nusantara, yang berisi tentang sejarah setiap daerah dan provinsi di negara ini. Kedua, tambahnya, Museum Dunia. Untuk museum dunia, sahut Dedi, pihaknya tidak menyiapkan catatan sejarah seluruh negara. Hanya negara-negara yang terkenal. Misalnya, Brasil. “Selama ini, Brasil terkenal oleh prestasi sepak bolanya. Yang kami tampilkan adalah sejarah sepak bola Brasil. Begitu kira-kira,” tuturnya.

Mengenai proyeksi pengoperasionalan Museum Nusantara dan Museum Dunia, Dedi mengungkapkan, rencananya, pihaknya meresmikan Museum Nusantara awal 2016. Sementara Museum Dunia tahun berikutnya. “Jadi dalam 3 tahun, kami membangun 3 museum,” seru Dedi.

Mengenai dana investasi untuk Museum Nusantara, Dedi memprediksi, angkanya sama seperti Museum Diorama, yaitu sektiar Rp 6 miliar. Luas bangunannya pun tidak jauh berbeda, yaitu sekitar 2.000 meter per segi. “Tapi, untuk Museum Dunia, sepertinya, butuh dana yang sedikit lebih banyak. Itu karena butuh areal dan bangunan yang lebih luas,” tutup Dedi.  (ADR)

Related posts