Jokowi Ingin PLTA Jatigede Dipercepat

foto: erwin adriansyah
foto: erwin adriansyah

JABARTODAY.COM – SUMEDANG — Salah satu hal penting dalam menunjang laju pertumbuhan ekonomi yaitu ketersediaan pasokan energi listrik yang mumpuni. Karenanya, pada era kepemipinan Presiden Republik Indonesia (RI) ke-7, Joko Widodo, pemerintah menggulirkan program kelistrikan 35 ribu Mega Watt (MW) selama 5 tahun.

Untuk itu, Jokowi, sapaan akrab orang nomor satu di republik ini, Senin (4/5), meresmikan 4 proyek pembangunan pembangkit listrik, yaitu di Sumatera Utara, Sulawesi, Yogyakarta, dan Jabar. Khusus Jabar, proyek kelistrikan di tatar Pasundan tersebut di antaranya, yaitu pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang.

Dalam teleconference dengan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, Jokowi bertanya tentang kapan pengoperasian PLTA Jatigede. “Pembangunan PLTA Jatigede berlangsung selama 43 bulan. Insyaallah, tuntas dan beroperasi pada 2019,” jawab Aher, sapaan Ahmad Heryawan, dalam teleconference.

Mendengar jawaban “pupuhu” tanah Parahyangan itu, Jokowi sempat terdiam sejenak. Lalu, mantan Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta itu kembali berbicara. “Kok lama ya? Bisa dipercepat Pak Gub?” tanya Jokowi.

Mendapat pertanyaan itu, sambil tersenyum, Aher kembali menjawab permintaan Jokowi itu. Pihaknya, ucap Aher, berusaha untuk memenuhi keinginan presiden itu. “Kami upayakan Bapak Presiden,” ucap Aher.

Kepada Jokowi, Aher menerangkan, pihaknya bersyukur bahwa proyek pembangunan PLTA Jatigede nyaris tidak ada masalah, terutama, dalam hal pembebasan lahan. Sejauh ini, proyek yang memerlukan areal 147,05 hektare yang terdiri atas 88,75 hektare lahan masyarakat dan 58,3 hektare lahan kehutanan itu, sudah terbebaskan sebesar 93 persen. “Tinggal 10 hektare lagi yang belum terbebaskan. Insyaallah, semuanya lancar,” kata Aher.

Usai teleconference, mengomentari permintaan Jokowi kepada Aher, General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan VI, Anang Yahmadi, menegaskan, bagi sebuah PLTA, pengerjaan selama 43 bulan merupakan jangka waktu yang standar. “Kami dapat mempercepat pengerjaannya. Akan tetapi, sambungnya, percepatannya hanya sekitar 2-3 bulan.

Menurutnya, hal yang tergolong kritis dalam pelaksanaan pengerjaan PLTA adalah proses electromechanical. Contohnya, sebut dia, turbin dan generator. Sedangkan access road, tambahnya, pengerjaannya berlangsung sejak dua bulan terakhir. Pihaknya berharap, cetus dia, pengerjaan access road tuntas Juni tahun ini. Jika terwujud, ucapnya, main contractor dapat memulai pengerjaan PLTA Jatigede, yang dana investasinya perpaduan antara anggaran PT PLN, sebesar Rp 635 miliar dan pinjaman Export Credit Agency (ECA) bernilai 82,56 juta dollar Amerika Serikat (AS) itu.

Dijelaskan, PLTA Jatigede berkapasitas 2×55 Mega Watt (MW). Produksi listrik tahunannya, imbuh Anang, sebesar 462,6 Giga Watt hours (GWh). “Pelaksana pembangunannya yaitu Sinohydro – PP Consortium dan konsultan Engineering Service, PT Prima Layanan Nasional Enjiniring, Sub Konsultan Fichtner GmbH & Co. KG,” tutupnya. (ADR)

Related posts