
JABARTODAY.COM – SUMEDANG — Tidak pelak lagi, ketercukupan pasokan energi listrik menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang laju pertumbuhan ekonomi. Karenanya, pemerintah menggulirkan sebuah program kelistrikan berdaya besar, 35 ribu Mega Watt (MW) selama 5 tahun mendatang.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, pada teleconference ground breaking pembangunan 4 pembangkit listrik di Indonesia secara bersamaan, yaitu Sulawesi, Sumatera Utara, Yogyakarta, dan Jabar, Senin (4/5), mengemukakan, selama 5 tahun mendatang, Indonesia butuh pasokan energi listrik yang besar. “Setiap tahunnya, butuh 7 ribu MW,” tandas Sudirman.
Diutarakan, sebesar 10.681 MW, yang mencakup 35 proyek, pengerjaannya oleh PT PLN. Sisanya, lanjut dia, sebesar 25.904 MW yang terdiri atas 74 proyek, pemerintah membuka pintu selebar-lebarnya bagi para investor melalui skema independet power producer (IPP).
Untuk Jawa-Bali, proyek pembangunannya sebesar 18.697 MW. Kemudian, lanjutnya, Sumatera, sebanyak 10.090 MW. Berikutnya, kata Sudirman, yaitu Sulawesi sejumlah 3.470 MW, Kalimantan sebesar 2.635 MW, Nusa Tenggara mencapai 670 MW, Maluku sejumlah 272 MW, dan Papua berjumlah 220 MW.
Berbicara investasi, Sudirman mengungkapkan, secara total, kebutuhan pembangunan pembangkit listrik periode 2015-2019 berjumlah besar. Angkanya, lanjut dia, senilai Rp 1,12 triliun. “Investasi yang bersumber pada anggaran PT PLN senilai Rp 512 triliun. Sementara investasi melalui skema IPP bernilai Rp 615 triliun,” ungkapnya.
Khusus pendanaan yang bersumber anggaran PT PLN, angka investasi tersebut peruntukannya bagi proyek pembangkit senilai Rp 199 triliun dan transmisi, lalu gardu induk sejumlah Rp 313 triliun. Sedangkan yang melalui skema IPP, senilai Rp 615 triliun, selurunya bagi pembangkit. (ADR)





