Jepang Siap Dongkrak Investasi

Yasuaki Tamizaki (jabartoday.com/net)
Yasuaki Tamizaki
(jabartoday.com/net)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Ternyata, negara ini, khususnya, Jabar, punya daya tarik dan magnet luar biasa bagi para investor. Buktinya, sejauh ini, banyak pelaku penanaman modal asing (PMA) yang berinvestasi di tatar Pasundan. Negaranya pun beragam. Sebut saja, Cina, Malaysia, Timur Tengah, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat (AS), dan beberapa negara Eropa.

Besarnya daya tarik Jabar tersebut membuat para investor Jepang berkeinginan kuat untuk meningkatkan investasinya di ranah Parahyangan. “Sejauh ini, hubungan antara Jabar dan kami (Jepang. RED) berlangsung sangat harmonis. Indikatornya, para pelaku usaha Jepang dapat menjalankan roda bisnisnya di Jabar,” tandas Duta BesarJepang untuk Indonesia, Yasuaki Tamizaki, belum lama ini.

Sejauh ini, ungkap Tamizaki, para pebisnis asal negaranya, mayoritas berinvestasi di kawasan industri Jabar, yaitu Bekasi dan Karawang. Sebagian besar, lanjutnya, pada dua sektor. Yaitu, sebutnya, manufaktur dan otomotif.

Terjalinnya hubungan harmis antara pebisnis Jepang dan Jepang, tegasnya, membuat pihaknya berkeinginan kuat untuk meningkatkan investasinya di Pasundan. Pasalnya, sambung Tamizaki, bagi Jepang, Jabar memiliki posisi dan peran bisnis yang sangat strategis.

Rencananya, beber Tamizaki, negaranya membidik daerah-daerah lain di Jabar sebagai titik investasi. Akan tetapi, sebelum merealisasikannya, jelas Tamizaki, pihaknya memperhatikan beberapa hal. Antara lain, berkenaan dengan lokasi. Menurutnya, idealnya, lokasinya dekat dengan Jakarta, yang tingkat konsumerismenya begitu tinggi.

Lalu, tambahnya, pihaknya mengingkan adanya sistem klaster. Hal itu, jelasnya, agar ada kemudahan bagi para investor Jepang, yang satu di antaranya, dalam hal pencarian bahan baku.

Berbicara tentang nilai investasi Jepang di Jabar, Tamizaki mengutarakan, sejauh ini, nilainya tergolong besar. Angkanya, ungkap dia, pada tahun lalu, yaitu 2014, nilai investasi Jepang di Jabar mencapai miliaran Dollar Amerika Serikat (AS). Tepatnya, sebut dia, sejumlah 2,7 miliar Dollar AS. Dia menyatakan, tahun ini, investasinya lebih besar.

Sayang, Tamizaki tidak menyebut angkanya secara spesifik. Kendati demikian, Tamizaki mengungkapkan, negaranya siap dan berencana berinvestasi pada beberapa sektor dan proyek pembangunan infrastruktur. “Misalnya, proyek pembangunan jalan. Kemudian, proyek pembangkit listrik, termasuk pelabuhan,” tutup Tamizaki. (ADR)

 

 

Related posts