Pekan Kedua Februari, Pembelian Tiket Tidak Lagi di Bandara

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Selama ini, masyarakat yang ingin bepergian menggunakan jalur penerbangan, khususnya, dari Bandung ke berbagai tujuan, dapat membeli tiket pada loket-loket penjualan di Bandara Husein Sastranegara. Akan tetapi, pada pekan kedua Februari 2015, pembelian tiket pada loket-loket di bandara kebanggaan publik Kota Bandung tersebut tidak dapat berlangsung lagi.

Pasalnya, pemerintah melalui Kementerian Perhubunagn menerbitkan surat edaran (SE). Berdasarkan SE Menteri Perhubungan bernomor HK 209/1/1/16/PHP-2014, pemerintah melarang adanya penjualan tiket pada seluruh bandara di negara ini. Pelarangan itu berlaku mulai 15 Februari 2015. Artinya, mulai saat itu, tidak ada lagi loket penjualan tiket pada seluruh bandara, termasuk Bandara Husein Sastranegara.

Meski begitu, para pengelola bandara mendapat kesempatan untuk melakukan persiapan. Pasalnya, Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan, memberi tenggat waktu selama 3 bulan bagi para pengelola bandara supaya melakukan persiapan agar para penumpang tetap terlayani secara baik.

“Penerapan SE Menhub itu secara bertahap, tidak sekaligus. Tahap awal, peraturan itu berlaku pada Bandara Soekarnohatta. Selanjutnya, berlaku bagi bandara-bandara lain di Indonesia, termasuk Husein Sastranegara. Tentunya, berdasarkan peraturan itu, kami segera menutup loket-loket penjualan tiket,” tandas General Manager (GM) PT Angkasa Pura (AP) II Bandung, Yayan Hendrayani, belum lama ini.

Yayan berpendapat, terbitnya pelarangan penjualan tiket pada bandara bertujuan positif. Satu di antaranya, jelasnya, adalah untuk meminimalisir atau menghapus praktik percaloan. Soal realisasi penutupan loket penjualan, Yayan menyatakan, sejauh ini, pihaknya belum dapat memastikannya. Itu karena, jelasnya, jajaran direksi PT AP II bersiap untuk berkoordinasi dengan pihak lain, dalam hal ini, maskapai penerbangan.

Sebagai gantinya, kata Yayan, pihaknya menyiapkan sebuah ruang yang fungsinya sebagai tempat pelayanan bersama. Ruang itu, terang dia, diisi maskapai-maskapai yang selama ini mengoeprasikan rute penerbangan dari dan ke Bandung. “Jadi, jika calon penumpang hendak melakukan re-schedule, print out tiket, pengurusan transit, dan sebagainya, dapat melakukannya pada ruangan tersebut,” papar Yayan.

Sejauh ini, tukas Yayan, di Bandara Husein Sastranegara, 7 maskapai penerbangan membuka counter penjualan tiket. Yaitu, sahut Yayan, Garuda Indonesia, AirAsia Indonesia, Lion Air, Susi Air, Sriwijaya Air, Garuda Citilink, dan Jatayu. (ADR)

 

Related posts