
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Biasanya, memasuki Ramadan, tingkat kebutuhan meningkat. Itu terjadi karena adanya tradisi munggah. Namun, ternyata, hingga saat ini, kondisi pasar ritel, khususnya di Kota Bandung, belum menunjukkan peningkatan pembelian secara signifikan. “Semuanya masih normal. Kenaikan pembelian belum terjadi,” tandas Sekretaris DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Jabar, Henri Hendarta, Jumat (12/6).
Henri tidak membantah bahwa biasanya, menjelang Ramadan, tingkat pembelian meningkat. Itu terjadi, jelas dia, karena kebutuhannya pun mengalami hal yang sama. Karenanya, jelas dia, pihaknya mempersiapkan sejumlah produk kebutuhan menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Biasanya, kata Henri, produk-produk itu bersifat seasonning (musiman). Komoditinya, tutur Henri, seperti buah kurma, sirup, sari kelapa, dan beberapa lainnya yang biasa menjadi menu berbuka, termasuk biskuit, makanan kaleng..
Henri mengutarakan, apabila mengacu pada tahun-tahun sebelumnya, biasanya, peningkatan pembelian terjadi satu pekan sebelum Ramadan. Saat itu, ujar dia, biasanya, konsumen membeli produk-produk yang menjadi kebutuhannya. Bahkan, seru dia, tidak sedikit masyarakat yang berbelanja banyak karena untuk persediaan.
Henri meneruskan, biasanya, pada H-7 Ramadan, publik membeli komoditi yang bersifat seasonning. Pada H-3 Ramadan, imbuh dia, konsumen cenderung berbelanja kebutuhan lain untuk persediaan, semisal daging ayam, sapi, cabai, dan lainnya. “Ini berlangsung sejak beberapa tahun terakhir,” tutupnya. (ADR)





