Jelang KAA, PLN Tambah Pasokan

foto: erwin adriansyah
foto: erwin adriansyah

JABARTODAY.COM – BANDUNG –– Perhelatan akbar berskala internasional segera bergulir di Kota Bandung. Pekan depan, Kota Kembang dikunjungi delegasi negara-negara Asia Afrika. Kehadiran mereka di kota berjuluk Parisj van Java itu untuk memperingati Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60. Karenanya, untuk menunjang dan mendukung acara tersebut, berbagai pihak melakukan persiapan. Hal itu pun dilakukan PT PLN Distribusi Jawa Barat-Banten (DJBB).

“Benar. Kami melakukan persiapannya sejak lama, yaitu Januari 2015. Kami melakukan persiapan itu, khsuusnya, pada titik-titik penyelenggaraan Peringatan KAA ke-60, yaitu Gedung Merdeka, Hotel Savoy Homann, Masjid Raya Bandung, Gedung Pakuan, Bandara Husein Sastranegara, dan Stasiun Bandung,” tandas General Manager (GM) PT PLN DJBB, Djoko R Abumanan, di PT PLN DJBB, Jalan Banceuy Bandung, Jumat (17/4).

Djoko mengemukakan, guna menyukseskan agenda penting itu, pihaknya melakukan sejumlah kegiatan dan langkah-langkah urgen. Antara lain, simulasi beban sistem tenaga kelistrikan, termasuk contingency system. Lalu, sambung dia, pihaknya memeriksa seluruh instalasi pendukung, baik milik lembaga BUMN tersebut maupun non-PLN.

Hal yang tidak kalah pentingnya, tegas dia, jajarannya menyiapkan sejumlah sarana penunjang untuk menambah pasokan. Yaitu, sebut dia, genset dan UPS. “Totalnya, sebanyak 4 unit genset kami persiapkan. Sedangkan UPS, juga kami persiapkan sejumlah 4 unit,” tuturnya.

Daya terpasang pada ke-4 genset itu, ungkapnya, sebanyak 1.500 Kilo Volt Ampere (KVA). Sementara UPS, imbuhnya, mencapai 320 KVA. Jadi, jelas dia, secara total, untuk mendukung Peringatan KAA ke-60, sahutnya, pihaknya menambah pasokan energi listrik sebanyak 1.820 KVA. Selain daya, imbuh dia, pihaknya pun menyiagakan petugas. Jumlahnya, sebut Djoko, mencapai 200-an orang..

Menurutnya, pihaknya menetapkan Kota Bandung berstatus Siaga I mulai 21 April 2015. Hal yang sama, kata dia, juga berlaku bagi Jakarta, yang juga, menjadi titik Peringatan KAA ke-60. “Untuk Jakarta, status Siaga I pada 23 April 2015,” ujar Djoko.

Mengenai ada tidaknya peningkatan pemakaian listrik saat pelaksanan Peringatan KAA ke-60, Djoko mengatakan, pihaknya justru memprediksi konsumsi energi listrik ketika agenda internasional itu bergulir turun. Dalam kondisi normal, ucap dia, beban puncak pada waktu malam sekitar 8.000 Mega Watt (MW). Sedangkan saat siang, sekitar 7.700 MW.

“Perkiraan kami, beban puncak saat Peringatan KAA ke-60 turun. Itu seiring dengan adanya kebijakan Walikota Bandung untuk meliburkan aktivitas saat ajang itu berlangsung. Itu membuat pemakaian listrik pada perkantoran tidak sebesar ketika kondisi normal,” tutup Djoko. (ADR)

Related posts