Jasa Raharja Siap Sasar Klinik Kecil

  • Whatsapp

jabartoday.com/erwin adriansyah
jabartoday.com/erwin adriansyah
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Memberi pelayanan prima menjadi opsi utama yang diusung lembaga-lembaga pelayanan publik, semisal PT Jasa Raharja (Persero). Buktinya, lembaga BUMN tersebut menjalin kerjasama dengan berbagai pihak guna memberi pelayanan teroptimal bagi para korban kecelakaan lalu lintas, baik darat, laut, maupun udara.

Salah satunya, adalah menjalin kerjasama. “Sejauh ini, kami menjalin kerjasama dengan sekitar 85 unit rumah sakit. Itu di Jabar,” tandas Delya Indra, Kepala PT Jasa Raharja Cabang Jabar, di Bandung, belum lama ini.

Mantan pimpinan PT Jasa Raharja Sumatera Barat, yang menggantikan Edy Supriadi tersebut, meneruskan, untuk menjaga sekaligus meningkatkan pelayanan, pihaknya mencoba memberbanyak kerjasama dengan lembaga-lembaga kesehatan. Selain itu, lanjutnya, pihaknya pun terus berupaya keras menjangkau seluruh daerah agar ter-cover. Caranya, memaksimalkan seluruh jaringannya di tatar Pasundan.

Bahkan, ungkapnya, pihaknya berencana untuk menggandeng lembaga-lembaga pelayanan kesehatan yang berskala lebih kecil daripada rumah sakit. Misalnya, poliklinik atau balai pengobatan. Harapannya, tutur dia, kerjasama-kerjasama tersebut dapat memberi nilai tambah, tidak hanya bagi pihaknya, tetapi juga, terutama, bagi masyarakat.

Upaya lainnya, sahut Delya, pihaknya memperkuat kerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Bentuknya, jelas dia, tidak hanya memberi penanganan dan pelayanan bagi para penumpang PT KAI di Sumatera dan Jawa, khususnya, Jabar, tetapi juga para karyawannya, apabila mengalami kecelakaan. Santunannya, ucap dia, berdasarkan undang undang, belum ada perubahan, yaitu maksimal Rp 10 juta bagi korban luka-luka dan Rp 25 juta bagi ahli waris korban kecelakaan meninggal dunia.

Berbicara tentang nilai santunan yang digelontorkan PT Jasa Raharja, Delya mengutarakan, di wilayah kerjanya, periode Januari-Oktober 2015, angkanya lebih kecil sekitar 10-20 persen daripada periode sama tahun lalu. “Nilai santunan yang kami salurkan selama Januari-Oktober 2015 senilai Rp 139,5 miliar,” tutup Delya. (ADR)

Related posts