Jadi Kampiun, Penantian 19 Tahun Berakhir

JABARTODAY.COM – PALEMBANG

Dahaga publik Jabar akhirnya terbayarkan. Penantian panjang selama 19 tahun pun usai, Akhirnya, melalui perjuangan yang luar biasa berat, Persib sukses menjadi kampiun Indonesia Super League (ISL) 2014, The Blue Prince tampil luar biasa di Stadion Jaka Baring Palembang saat menyudahi perlawanan dahsyat Persipura Jayapura melalui drama adu penalti yang berkesudahan 4-3 bagi armada asuhan Jajang Nurjaman tersebut.

Pada laga pamungkas, Jumat (6/11) malam, disaksikan puluhan ribu penonton, Maung Bandung harus bekerja ekstra keras. Para bobotoh yang berbondong-bondong ke ibu kota Sumatera Selatan untuk mendukung tim kesayangannya itu harus berdebar-debar.

Pasalnya, skuad berkostum sempat tertinggal 0-1 pada babak pertama oleh gol yang dicetak … pada menit ke-…  Meski begitu, Persib tidak menyerah, Mereka berusaha mengejar ketertinggalannya.

Menjelang akhir babak pertama, Persib memperoleh keuntungan, Pasalnya, defender Persipura, Bio Pauline, menerima kartu kuning kedua yang berarti pemain legam itu harus meninggalkan arena. Situasi ini dimanfaatkan Persib begitu prima. Dalam sebuah kemelut, puluhan ribu bobotoh, termasuk Walikota Bandung, Ridwan Kamil dan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, yang langsung hadir di arena partai final, bersorak. Persib mampu menyeimbangkan skor 1-1 , berkat gol bunuh diri Emmanuel Wanggai

Unggul pemain, pada babak kedua, armada Kota Kembang meningkatkan intensitas penyerangannya. Hasilnya, pada menit ke-52, winger Persib, M Ridwan, membalikkan keadaan menjadi 2-1. Sontekan kaki kanannya menaklukkan kipper Persipura, Dede Sulaeman,

Akan tetapi, Persipura tidak pantang menyerah, Walau bermain 10 orang, Mutiara Hitam sukses menyamakkan keadaan menjadi 2-2 berkat gol Boaz Salosa.. Skor 2-2 bertahan hingga menit ke-90, dan laga berlanjut pada babak extra time.

Pada babak itu, kubu Persib harus tampil 10 orang setelah Vladimir Jugovic menerima kartu kuning keduanya. Tampil berimbang, laga berlangsung seru dan menegangkan. Namun, hingga 2×15 menit babak perpanjangan, tidak satu gol pun tercipta.

Akhirnya, pada babak adu penalty, Persib mampu menunjukkan keperkasaannya. Tim yang berdiri pada 1933 tersebut sukses menghabisi perlawanan Persipura setelah kiper Persib, I Made Wiryawan, mementahkan tendangan algojo ke-4, Nelson Alom. Sontak, Stadion Jaka Baring bergemuruh oleh teriakan seluruh tim, ofisial, dan para bobotoh. Sebaliknya, para pendukung dan pemain Persipura menangis karena gagal menjadi tim pertama yang mampu menjadi jawara ISL dua kali berturut-turut. (ADR)

 

Related posts