Home » Ekonomi » Jabar Surplus Daging Ayam

Jabar Surplus Daging Ayam

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Seperti biasa, tingkat kebutuhan beragam kebutuhan pokok menjelang Ramadan kerap meningkat. Tidak tertutup kemungkinan, kebutuhan daging ayam pun mengalami hal yang sama. Namun, publik tatar Pasundan tidak perlu mengkhawatirkan terjadinya kekurangan daging ayam, yang dapat berefek melejitnya harga jual komoditi itu.

Pasalnya, Jabar mengalami surplus ketersediaan daging ayam. “Hingga saat ini, ketersediaan daging ayam di Jabar jauh lebih besar daripada kebutuhan. Artinya, terjadi surplus,” tandas Kepala Dinas Peternakan Jabar, Doddy Firman, Sabtu (23/5).

Doddy menjelaskan, ketersediaan daging ayam untuk publik tanah Parahyangan, saat ini, mencapai 71.491 ton. Sedangkan kebutuhannya, lanjut dia, sebanyak 26.934 ton. Jadi, tegas dia, apabila memperhatikan perbandingan antara angka ketersediaan dan kebutuhan daging ayam, Jabar surplus 44.556 ton daging ayam. “Jadi, kami harap, kebutuhan masyarakat saat Ramadan, terpenuhi,” sahut Doddy.

Meski demikian, tegas dia, pihaknya tetap melakukan monitoring, utamanya, angka kebutuhannya. Itu karena, terangnya, tidak tertutup kemungkinan, permintaan daging ayam mengalami peningkatan secara mendadak.

Berkendaan dengan harga jual, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (indag)Jabar, Ferry Sofwan Arief, menambahkan, naiknya harga jual beragam komoditi, termasuk daging ayam, utamanya, menjelang Ramadan dan Idul Fitri, merupakan sebuah hal yang hampir selalu terjadi.

Saat ini, tuturnya, pada level peternak, harga jual daging ayam berada pada level Rp 16.000-17.000 per kilogram. Sementara pada tingkat pengecer, harganya ada yang mengalami kenaikan. “Menjelang Ramadan, tren harga jual memang naik. Memasuki pekan kedua dan ketiga, harganya turun. Nah, memasuki pekan terakhir Ramadan, harganya kembali naik. Tapi, pasca Ramadan, harganya kembali turun. Itulah tren-nya,” tutup Ferry. (ADR)