Intvestor Kawatirkan Penjualan Aset Cipaganti

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Suasana berbeda terjadi di Cipaganti Pasteur Point, Jalan Dr Djundjunan Bandung, Sabtu (10/1). Sekitar pukul 09.30, ratusan anggota Mitra Koperasi Cipaganti yang merupakan investor koperasi yang saat ini terbelit dugaan penggelapan senilai Rp 3,2 triliun dan kasusnya ditangani jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jabar menggeruduk dan menduduki titik pemberangkatan Cipaganti di Jalan Pasteur tersebut.

Saat itu, sekitar 200-an orang anggota Mitra Koperasi datang ke lokasi itu untuk meminta penjelasan manajemen Cipaganti berkaitan dengan hak mereka sebagai investor yang sudah berinvestasi pada koperasi tersebut. Sontak, kehadiran ratusan orang itu tidak hanya mengagetkan para karyawan perusahaan yang CEO-nya menjalani pemeriksaan Polda tersebut, tetapi juga para konsumennya. Otomatis, pelayanan pun terhenti.

Banyak calon penumpang yang akhirnya mengurungkan niatnya menggunakan jasa Cipaganti dan mencari travel lain. Para calon penumpang itu pun mengambil uang pembelian tiketnya. “Ini adalah aksi kedua kami. Kedatangan ini sebagai upaya kami untuk meminta pertanggungjawaban sekaligus menuntut hak kami,” tandas Ketua Forum Silaturahmi Mitra Cipaganti (FSMC), Syariefudin, SH.

Syarief, sapaan akrabnya, menegaskan, pihaknya bertekad untuk terus berjuang guna memperoleh kembali haknya. Ditegaskan, seandainya manajemen Cipganti tidak mengindahkan tuntutan itu, pihaknya berencana untuk melakukan aksi lanjutan. Di antaranya, jelas dia, menduduki dan melumpuhkan semua lini bisnis Cipaganti. “Bisnis Cipaganti berkembang karena adanya peran investor yang berinvestasi. Jumlah investor sekitar 8.700 orang,” sebutnya.

Pada sisi lain, lanjutnya, para investor pun mewaspadai dan mencemaskan adanya dugaan upaya penjualan aset atau saham Cipaganti kepada pihak lain. Isunya, kepada pengusaha Filipina. Bahkan, lanjut dia, isunya, terjadi kesepakatan dalam bentuk nota kesepahaman (MoU).

Apabila dugaan itu memang ada, lanjutnya, Syarief meneruskan, permasalahan dengan para investor penyelesaiannya kian panjang.Karenanya, tegas Syarief, pihaknya berencana melakukan berbagai upaya, satu di antaranya, investigasi untuk membuktikan rumor tersebut.Selain itu, tambahnya, juga sebagai upaya pencegahan dugaan penjualan aset Cipaganti kepada pengusaha Filipina. (ADR)

Related posts